Data perdagangan Jepang hari ini agak unik: Balance of Trade Juli mencatat defisit ¥634,5 miliar.
Kelihatannya emg besar, tapi sebenarnya masih lebih baik dari forecast -¥680 miliar. Masalahnya, ini tetap menjadi bulan ketiga berturut-turut Jepang mencatat defisit.
Yang bikin menarik: ekspor Jepang justru naik 23,2% YoY, sementara impor melonjak 27,8%. Kenaikan impor ini banyak dipengaruhi biaya energi yang tinggi.
Jadi buat JPY, datanya gak sesederhana “defisit = bearish”.
Ada sisi positif dari ekspor yang kuat, tapi biaya impor dan energi masih jadi beban.
Peringatan: Pendapat yang disampaikan sepenuhnya merupakan milik penulis dan tidak mencerminkan posisi resmi Followme. Followme tidak bertanggung jawab atas keakuratan, kelengkapan, atau keandalan informasi yang disediakan, serta tidak bertanggung jawab atas tindakan apa pun yang diambil berdasarkan konten ini, kecuali dinyatakan secara tertulis.

- AKHIR -