Dow Jones -65.38 poin, S&P500 -29.15 poin dan Nasdaq -177.36 poin. Yield obligasi 10 tahun AS turun ke 2.335%. Dow Jones dan S&P500 ditutup turun setelah naik 4 hari berturut-turut. Konflik Rusia-Ukraina dan langkah moneter Fed masih menjadi fokus dan penggerak pasar. Rusia setelah mengumumkan akan mengurangi operasi militer dekat ibukota Ukraina dan kota di utara Kyiv, kemarin lanjut menyerang area sekitar Kyiv dan kota lainnya di Ukraina. Hal ini memicu sentiment negatif pasar dan aksi ambil untung di Wall Street.
Gubernur Fed Kansas, Esther George, menyebutkan Fed harus bergerak agresif untuk menaikkan suku bunga acuan dan mengurangi ukuran neraca keuangannya. George juga menyebutkan inverted yield curve akan memberi tekanan pada model pinjaman bank tradisional yang bergantung pada net interest margins. Ekonomi AS saat ini masih beroperasi di bawah stimulus pandemi yang cukup besar dan lingkungan dengan tingkat suku bunga rendah jika dibandingkan dengan periode-periode sebelumnya.
Data ADP non farm employment AS dirilis 455K vs 455k perkiraan.
Data final GDP Q4 AS dirilis +6.9% vs +7.0% perkiraan.
Data cadangan minyak AS dirilis -3.4M vs -2.0M perkiraan.
Crude oil ditutup menguat setelah harapan gencatan senjata Rusia-Ukraina menghilang dan data cadangan minyak AS menunjukkan penurunan lebih besar. Namun pagi ini oil dibuka turun di kisaran $103 per barel setelah Presiden Biden diberitakan akan melepas cadangan minyak 1 juta barel per hari untuk beberapa bulan ke depan.
Sementara itu penasihat ekonomi Jerman (German Council of Economic Experts) menyebutkan ketergantungan Jerman pada gas Rusia dapat mendorong ekonomi Jerman masuk resesi. Konflik Rusia-Ukraina telah mendorong harga energi dan makanan naik dan biaya lainnya untuk mengurus pengungsi dari Ukraina. Hal ini mempertegas kekhawatiran Menteri Ekonomi Jerman, Robert Habeck, yang meminta warga Jerman dan perusahaan untuk mengurangi tingkat konsumsi energi. Minggu lalu, Putin meminta negara "tidak bersahabat" u
Kurniawanzxz_