- Minyak sawit Malaysia turun 1,55% karena aksi jual palm olein di Dalian.
- Persediaan CPO naik, ekspor data kontradiktif (naik 8,5% vs turun 10,8%).
- Ringgit melemah 0,31%, harga sawit berpotensi turun ke 4.410-4.452 ringgit/ton.
Ipotnews - Minyak sawit (CPO) berjangka Malaysia merosot lebih dari 1%, Selasa, setelah melesat pada sesi sebelumnya, dipengaruhi melemahnya harga palm olein di pasar Dalian.
Kontrak patokan minyak sawit untuk pengiriman Juli di Bursa Malaysia Derivatives Exchange menyusut 70 ringgit, atau 1,55%, menjadi 4.446 ringgit (USD1.130,72) per metrik ton pada jeda tengah hari, setelah menguat 0,24% pada sesi sebelumnya, demikian laporan Reuters, di Kuala Lumpur, Selasa (12/5).
Trader yang berbasis di Kuala Lumpur mengatakan, pasar tertekan oleh aksi jual palm olein Dalian selama sesi perdagangan Asia.
Kontrak minyak kedelai (soyoil) yang paling aktif di bursa Dalian turun 0,04%, sedangkan kontrak minyak sawitnya melorot 1,35%. Sementara itu, harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade justru naik 0,37%.
Harga sawit biasanya mengikuti pergerakan minyak pesaingnya, karena komoditas ini berkompetisi untuk memperebutkan pangsa pasar minyak nabati (vegetable oil) global.
Selain itu, harga minyak mentah dunia melompat hampir 1%, karena pembicaraan untuk mengakhiri konflik Amerika-Israel versus Iran terlihat rapuh. Respons Teheran terhadap proposal Washington menyoroti perbedaan yang signifikan, sehingga kekhawatiran terhadap pasokan tetap ada.
Kenaikan harga minyak mentah membuat sawit lebih menarik sebagai bahan baku biodiesel.
Data dari Malaysian Palm Oil Board menunjukkan, persediaan CPO Malaysia naik pada April untuk pertama kalinya dalam empat bulan terakhir, akibat produksi yang meningkat dan impor yang lebih tinggi, sementara ekspor menurun.
Survei kargo oleh Intertek Testing Services memperkirakan ekspor produk minyak sawit Malaysia sepanjang 1-10 Mei melonjak 8,5% dibanding bulan sebelumnya, sedangkan AmSpec Agri Malaysia memperkirakan ekspor anjlok 10,8%.
Di sisi lain, ringgit, mata uang perdagangan minyak sawit, melemah 0,31% terhadap dolar AS, membuat komoditas ini sedikit lebih murah bagi pembeli yang menggunakan mata uang asing.
Menurut analis teknikal Reuters, Wang Tao, harga minyak sawit berpotensi menembus level support di 4.482 ringgit per metrik ton dan turun ke kisaran 4.410-4.452 ringgit. (Reuters/AI)
Sumber : Admin
Dicetak ulang dari indopremier_id, hak cipta semua dimiliki oleh penulis asli.
Peringatan: Pendapat yang disampaikan sepenuhnya merupakan milik penulis dan tidak mencerminkan posisi resmi Followme. Followme tidak bertanggung jawab atas keakuratan, kelengkapan, atau keandalan informasi yang disediakan, serta tidak bertanggung jawab atas tindakan apa pun yang diambil berdasarkan konten ini, kecuali dinyatakan secara tertulis.
Suka artikel ini? Tunjukkan apresiasimu dengan memberi hadiah untuk penulis.

Tinggalkan pesan Anda sekarang