IDXChannel - Produsen batu bara, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), bagian dari Grup Banpu melaporkan kinerja keuangan kuartal I-2026 yang telah diaudit. Kinerja perseroan mencerminkan tekanan profitabilitas di tengah melemahnya harga batu bara dan kenaikan beban mulai dari operasional hingga royalti.
Dalam keterangan resmi, Selasa (12/5/2026), secara operasional, ITMG mencatat produksi batu bara sebanyak 4,7 juta ton pada Januari-Maret 2026. Angka ini turun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 5,3 juta ton, imbas curah hujan yang tinggi.
Tergerus Harga Batu Bara, Laba Bersih ITMG Anjlok 49 Persen di 2025 Meski produksi turun, penjualan batu bara meningkat 6 persen menjadi 6,3 juta ton. Sementara harga jual rata-rata (ASP) turun dari USD82 per ton menjadi USD79 per ton. Dengan begitu, pendapatan ITMG naik 3 persen menjadi USD498 juta.
Beban pokok pendapatan naik 5 persen seiring dengan kenaikan angka penjualan batu bara, yang ditopang oleh pihak ketiga 700 ribu ton dan persediaan batu bara. Beban penjualan naik 2 persen menjadi USD43 juta, sedangkan beban umum dan administrasi meningkat 9 persen menjadi USD13 juta.
ITMG Bagikan Dividen Final Rp992 per Saham, Yield 3,79 PersenITMG juga mencatat kenaikan pada beban pajak dari USD19 juta menjadi USD26 juta. Beban royalti juga ikut naik 9 persen menjadi USD58 juta, seiring peningkatan volume penjualan. Laba bersih juga tercatat menyusut 16 persen dari USD65 juta menjadi USD55 juta untuk periode kuartal I.
Dicetak ulang dari Idxchannel, hak cipta semua dimiliki oleh penulis asli.
Peringatan: Pendapat yang disampaikan sepenuhnya merupakan milik penulis dan tidak mencerminkan posisi resmi Followme. Followme tidak bertanggung jawab atas keakuratan, kelengkapan, atau keandalan informasi yang disediakan, serta tidak bertanggung jawab atas tindakan apa pun yang diambil berdasarkan konten ini, kecuali dinyatakan secara tertulis.

Tinggalkan pesan Anda sekarang