- IHSG sempat dibuka hijau di 6.946, namun berbalik melemah 0,44% ke 6.875 dengan mayoritas sektor tertekan.
- Transportasi (+2,86%) dan energi (+0,48%) jadi sektor penopang, sementara industri anjlok -1,78%.
- Sentimen pasar dipengaruhi konsolidasi tren menengah, MSCI Review, isu royalti tambang, serta lonjakan penjualan motor +28,1% di April.
Ipotnews - Hari ini, Selasa (12/5) IHSG dibuka menguat di level 6.946 atau naik 41 poin dari sesi penutupan perdagangan kemarin yang melemah 0,92 persen ke level 6.905. Pelemahan indeks tersebut disertai dengan nett sell asing hingga Rp659,1 miliar.
Kemudian pada pukul 09.10 WIB, IHSG berbalik arah dengan melemah 0,44 persen atau 30 poin ke level 6.875. Indeks sempat menyentuh level tertinggi 6.977 di zona hijau dan terendah di level 6.867 yang di zona merah.
Terdapat 240 emiten yang bergerak menguat, 307 emiten melemah dan 412 emiten stabil. Frekuensi transaksi mencapai 256,1 ribu kali dengan nilai Rp1,38 triliun serta kapitalisasi pasar mencapai Rp12,23 triliun.
Sembilan sektor melemah dan dua sektor lainnya menguat yaitu transportasi 2,86 persen menjadi 2.067 dan energi 0,48 persen menjadi 3.485.
Sektor yang melemah yaitu bahan baku -0,09 persen menjadi 2.016, properti -0,42 persen menjadi 903, sektor infrastruktur -0,53 persen ke level 2.139.
Kemudian sektor konsumer non primer -0,87 persen menjadi 734, keuangan -0,20 persen menjadi 1.358, kesehatan -0,62 persen menjadi 1.671, sektor konsumer primer -0,25 persen menjadi 1.049, industri -1,78 persen ke level 1.920 dan teknologi -0,09 persen menjadi 7.477.
Imam Gunadi, Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas ( IPOT ) mengatakan bahwa IHSG hari ini diperkirakan bergerak konsolidatif setelah dalam sepekan terakhir kesulitan menembus level support 6.887-7.000. Tekanan tren menengah masih membentuk pola lower high lower low, menandakan fase downtrend belum berakhir.
" IHSG dalam jangka menengah masih dalam fase downtrend, ada kemungkinan hari ini kecenderungan melakukan konsolidasi," ujarnya dalam sesi IPOT Live IG.
Sementara itu terkait dengan isu terbaru yang menjadi perhatian pasar yaitu adanya kenaikan consumer confidence Indonesia meski tipis untuk periode April 2026 menjadi 123 dari sebelumnya 122,9.
Informasi lainnya berkaitan dengan adanya lonjakan penjualan sepeda motor sebesar 28,1 persen pada April 2026 atau berbalik arah dari kontraksi 17,1 persen di Maret 2026.
Sementara itu, isu royalti tambang yang masih dalam proses kajian pemerintah serta rilis MSCI Review pada 13 Mei menjadi perhatian utama pelaku pasar khususnya oleh para pengusaha di sektor mineral dan batubara.
Dari sisi global, inflasi China pada April tercatat 1,2 persen yoy, di atas konsensus 0,8 persen. Harga minyak dunia naik 2,96 persen ke USD98,24 per barel, emas menguat 0,55 persen ke USD4.741,34 per tr.oz, sedangkan batubara terkoreksi 0,68 persen ke USD130,85 per metrik ton.
Imam merekomendasikan tiga saham untuk dicermati investor:
- GJTL: Buy, entry 1.240, target 1.300, stop loss 1.210.
- INTP: Buy, entry 5.225, target 5.525, stop loss 5.075.
- BBTN: Buy, entry 1.360, target 1.440, stop loss 1.320.
(Marjudin/ AI)
Sumber : admin
Dicetak ulang dari indopremier_id, hak cipta semua dimiliki oleh penulis asli.
Peringatan: Pendapat yang disampaikan sepenuhnya merupakan milik penulis dan tidak mencerminkan posisi resmi Followme. Followme tidak bertanggung jawab atas keakuratan, kelengkapan, atau keandalan informasi yang disediakan, serta tidak bertanggung jawab atas tindakan apa pun yang diambil berdasarkan konten ini, kecuali dinyatakan secara tertulis.
Suka artikel ini? Tunjukkan apresiasimu dengan memberi hadiah untuk penulis.

Tinggalkan pesan Anda sekarang