Defisit AS Diprediksi Sudah Mencapai Puncak, tapi Utang Tembus US$40 Triliun

avatar
· Views 1,061

Pemerintah Amerika Serikat (AS) mulai memberikan sinyal bahwa tekanan fiskal mungkin telah melewati titik terburuknya. Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan ada peluang besar defisit anggaran AS di era Presiden Donald Trump sudah mencapai puncaknya, meski angka utang pemerintah kini telah menembus rekor US$40 triliun.

Total Utang AS

US$40 Triliun

Rekor tertinggi

Defisit Juli 2026

US$432,3 M

Tertinggi sejak Maret 2021

Pernyataan tersebut muncul setelah defisit anggaran bulanan AS melonjak menjadi US$432,3 miliar pada Juli 2026, level tertinggi sejak Maret 2021. Secara kumulatif, defisit selama 10 bulan pertama tahun fiskal AS telah mendekati US$1,8 triliun, bahkan melampaui periode yang sama tahun sebelumnya.

Bessent mengatakan pemerintah sedang berfokus pada langkah-langkah konsolidasi fiskal yang berpotensi menghemat ratusan miliar dolar. Ia bersama Trump dan Direktur Office of Management and Budget Russell Vought disebut tengah mengupayakan berbagai kebijakan untuk memperbaiki kondisi keuangan pemerintah.

"Ada peluang yang sangat bagus bahwa kita sudah melewati puncak defisit." — Scott Bessent, Menteri Keuangan AS

Utang AS Tembus US$40 Triliun

Besarnya defisit menjadi perhatian karena terjadi bersamaan dengan peningkatan utang pemerintah. Total utang AS kini telah melewati US$40 triliun, atau lebih dari dua kali lipat dibandingkan sekitar satu dekade lalu.

Beban tersebut semakin berat karena pemerintah harus membayar bunga atas utang yang terus bertambah. Dalam tahun fiskal berjalan, pembayaran bunga bersih telah mencapai sekitar US$931 miliar, sementara total pembayaran terkait utang mencapai sekitar US$1,17 triliun. Kondisi ini membuat investor semakin memperhatikan kemampuan pemerintah AS untuk mengendalikan pengeluaran sekaligus menjaga kepercayaan terhadap pasar Treasury.

Kondisi ini membuat investor semakin memperhatikan kemampuan pemerintah AS untuk mengendalikan pengeluaran sekaligus menjaga kepercayaan terhadap pasar Treasury.

📦

Tarif Jadi Salah Satu Andalan Pemerintah

Salah satu strategi pemerintahan Trump untuk meningkatkan penerimaan negara adalah melalui tarif impor. Pemerintah sebelumnya berharap kebijakan tarif yang lebih tinggi terhadap mitra dagang dapat menghasilkan tambahan pendapatan sekaligus membantu mengurangi beban utang.

Namun, kebijakan tersebut menghadapi sejumlah tantangan hukum. Sebagian tarif bahkan telah mendapat putusan yang membatasi penerapannya.

Meski demikian, Bessent memperkirakan penerimaan tarif pada 2026 dapat berada di kisaran yang sama dengan 2025. Ia juga mengatakan pendapatan tersebut kali ini tidak semestinya harus dikembalikan kepada perusahaan seperti yang terjadi sebelumnya.

Treasury Buyback Belum Mampu Menahan Kenaikan Yield

Di sisi pasar obligasi, pemerintah AS juga mengambil langkah untuk meredakan tekanan pada surat utang jangka panjang. Departemen Keuangan AS mengumumkan akan setidaknya menggandakan ukuran program pembelian kembali (bond buyback) mulai 9 September hingga 4 November. Kebijakan tersebut sempat membuat imbal hasil Treasury 30 tahun turun sekitar 10 basis poin setelah pengumuman.

Namun, efeknya tidak bertahan lama. Pada perdagangan berikutnya, yield Treasury kembali meningkat. Imbal hasil obligasi AS 10 tahun naik lebih dari 5 basis poin ke sekitar 4,70%, sementara yield Treasury 30 tahun berada di sekitar 5,25%.

Yield Treasury Kembali Naik

Treasury 10 Tahun

▲ ~4,70%

Naik lebih dari 5 bps

Treasury 30 Tahun

~5,25%

Pergerakan ini menunjukkan bahwa masalah di pasar obligasi AS bukan hanya soal likuiditas jangka pendek. Investor juga masih memperhitungkan persoalan struktural seperti besarnya penerbitan utang pemerintah, meningkatnya penerbitan obligasi perusahaan, serta premi risiko yang lebih tinggi.

Apa Artinya bagi Dolar AS dan Pasar?

Bagi pasar forex, kondisi fiskal AS menjadi faktor penting karena dapat memengaruhi yield Treasury dan nilai dolar AS.

💵

YIELD TINGGI SECARA TEORI

Bisa mendukung dolar karena meningkatkan daya tarik aset berdenominasi USD.

⚠️

JIKA MENCERMINKAN KEKHAWATIRAN FISKAL

Efeknya terhadap dolar bisa menjadi lebih kompleks, bukan sekadar bullish.

Di sisi lain, risalah pertemuan Federal Reserve pada Juli menunjukkan bahwa sejumlah pejabat masih melihat kemungkinan perlunya suku bunga lebih tinggi apabila inflasi tidak menunjukkan kemajuan yang cukup. Artinya, pasar kini harus memperhatikan dua kekuatan sekaligus: arah kebijakan moneter The Fed dan kondisi fiskal pemerintah AS.

Pertanyaan yang Lebih Besar

Dengan utang yang sudah menembus US$40 triliun, pertanyaan besar bagi pasar bukan lagi sekadar apakah defisit AS sudah mencapai puncaknya, tetapi apakah pemerintah benar-benar mampu membalikkan tren tersebut tanpa menambah tekanan pada pasar obligasi dan dolar AS.

Peringatan: Pendapat yang disampaikan sepenuhnya merupakan milik penulis dan tidak mencerminkan posisi resmi Followme. Followme tidak bertanggung jawab atas keakuratan, kelengkapan, atau keandalan informasi yang disediakan, serta tidak bertanggung jawab atas tindakan apa pun yang diambil berdasarkan konten ini, kecuali dinyatakan secara tertulis.

Suka artikel ini? Tunjukkan apresiasimu dengan memberi hadiah untuk penulis.
Balasan 2
avatar
Gede jg yah
avatar
Waduh gede jg ya gw kira cuma Indo yg gede bgt utangnya

- AKHIR -

  • tradingContest