Harga Minyak Berfluktuasi di Tengah Ketegangan AS-Iran dan Ketidakpastian Selat Hormuz

avatar
· Views 481
Harga Minyak Berfluktuasi di Tengah Ketegangan AS-Iran dan Ketidakpastian Selat Hormuz

Harga minyak dunia bergerak fluktuatif pada perdagangan Rabu seiring berlanjutnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran terkait kendali atas Selat Hormuz. Di saat yang sama, lembaga energi internasional memperkirakan penutupan jalur pelayaran strategis tersebut akan memberikan tekanan yang lebih besar terhadap permintaan minyak global.


📊 Harga Minyak Bergerak Melemah

Pada perdagangan terbaru:

  • Brent Crude turun sekitar 0,6% ke US$88,38 per barel setelah sempat menyentuh US$90,06.

  • West Texas Intermediate (WTI) melemah sekitar 0,7% ke US$82,63 per barel.

Pergerakan harga yang tidak stabil mencerminkan tingginya ketidakpastian pasar terhadap perkembangan situasi geopolitik di Timur Tengah.


🌍 AS dan Iran Masih Berselisih Soal Selat Hormuz

Hingga kini belum ada tanda-tanda tercapainya kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz. Pemerintah Amerika Serikat dan Iran sama-sama mengklaim memiliki kendali atas jalur pelayaran tersebut, sementara kedua pihak juga mengajukan berbagai syarat dalam setiap kemungkinan negosiasi.

Iran menegaskan bahwa Selat Hormuz tidak akan dibuka kembali sebelum tuntutan mereka dipenuhi, termasuk penghentian aksi militer AS dan penyelesaian sejumlah isu politik lainnya. Di sisi lain, Amerika Serikat menyatakan tetap memiliki kendali atas jalur strategis tersebut.

Meskipun data pelayaran menunjukkan adanya sedikit peningkatan jumlah kapal yang melintas, aktivitas pengiriman masih jauh di bawah kondisi normal akibat tingginya risiko keamanan di kawasan.


📉 IEA Pangkas Proyeksi Permintaan Minyak

Badan Energi Internasional (IEA) memperkirakan permintaan minyak global pada tahun 2026 akan turun sekitar 1,6 juta barel per hari, lebih besar dibandingkan proyeksi sebelumnya. IEA juga memperkirakan sekitar 8,3 juta barel per hari produksi minyak dari kawasan Teluk masih terganggu akibat konflik.

Sebaliknya, OPEC masih mempertahankan pandangan yang lebih optimistis. Organisasi tersebut memperkirakan permintaan minyak global pada 2026 masih akan tumbuh sekitar 600 ribu barel per hari, meskipun lebih rendah dibanding estimasi sebelumnya sebesar 800 ribu barel per hari.

OPEC juga mencatat bahwa aktivitas kilang minyak global mulai pulih setelah musim perawatan (maintenance), meskipun gangguan operasional masih terjadi di beberapa wilayah seperti Timur Tengah, Eropa Timur, dan Asia.


📌 Kesimpulan

Pasar minyak masih dipengaruhi oleh dua faktor utama, yaitu perkembangan konflik geopolitik di Timur Tengah dan prospek permintaan energi global. Ketidakpastian mengenai pembukaan kembali Selat Hormuz membuat volatilitas harga minyak tetap tinggi, sementara perbedaan proyeksi antara IEA dan OPEC menunjukkan bahwa arah permintaan minyak dunia masih menjadi perdebatan.

Investor kini akan terus memantau perkembangan diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran, serta dampaknya terhadap pasokan energi global dan pergerakan harga minyak dalam beberapa pekan ke depan.

Disclaimer: Artikel ini disusun untuk tujuan edukasi dan informasi, bukan merupakan rekomendasi investasi maupun ajakan untuk membeli atau menjual instrumen keuangan.

Peringatan: Pendapat yang disampaikan sepenuhnya merupakan milik penulis dan tidak mencerminkan posisi resmi Followme. Followme tidak bertanggung jawab atas keakuratan, kelengkapan, atau keandalan informasi yang disediakan, serta tidak bertanggung jawab atas tindakan apa pun yang diambil berdasarkan konten ini, kecuali dinyatakan secara tertulis.

Suka artikel ini? Tunjukkan apresiasimu dengan memberi hadiah untuk penulis.
Balasan 0
Belum ada komentar. Jadil yang pertama untuk membagikan komentar.

  • tradingContest