
Bitcoin kembali menjadi sorotan setelah muncul proyeksi bahwa kapitalisasi pasarnya berpotensi mencapai US$2,5 triliun dalam tiga tahun ke depan. Target tersebut dinilai lebih realistis dibandingkan prediksi ekstrem yang menyebut harga Bitcoin bisa menembus US$1 juta per koin dalam waktu dekat.
Menurut analis The Motley Fool, Dominic Basulto, jika Bitcoin mampu mempertahankan pertumbuhan tahunan sekitar 25% (CAGR), harga Bitcoin diperkirakan dapat kembali mencetak rekor baru di kisaran US$126.000 dalam tiga tahun mendatang. Dengan estimasi sekitar 20 juta BTC yang beredar, kapitalisasi pasarnya berpotensi mencapai US$2,5 triliun. Berbeda dengan awal kemunculannya yang sempat melonjak ribuan persen dalam setahun, Bitcoin kini dinilai memasuki fase yang lebih matang. Masuknya investor institusi membuat pergerakannya diperkirakan akan lebih stabil, meski volatilitas tetap menjadi karakter utama aset kripto terbesar di dunia tersebut.
Meski begitu, pertumbuhan 25% per tahun bukan berarti harga Bitcoin akan naik secara konsisten setiap tahun. Angka tersebut merupakan rata-rata pertumbuhan jangka panjang, sehingga investor tetap harus siap menghadapi fluktuasi tajam yang kerap terjadi di pasar kripto.
Bagi pelaku pasar, proyeksi ini menjadi pengingat bahwa potensi keuntungan Bitcoin masih menarik, tetapi pengelolaan risiko tetap menjadi faktor penting sebelum mengambil keputusan investasi.
Peringatan: Pendapat yang disampaikan sepenuhnya merupakan milik penulis dan tidak mencerminkan posisi resmi Followme. Followme tidak bertanggung jawab atas keakuratan, kelengkapan, atau keandalan informasi yang disediakan, serta tidak bertanggung jawab atas tindakan apa pun yang diambil berdasarkan konten ini, kecuali dinyatakan secara tertulis.

- AKHIR -