
Harga emas (XAU/USD) kembali menunjukkan momentum bullish setelah berhasil menembus area teknikal penting pada perdagangan sebelumnya. XAU/USD berhasil membreak trendline sesuai dengan analisis pekan lalu, dengan kenaikan yang didukung oleh meningkatnya tekanan buyer hingga harga mencapai area supply terbaru.
Saat ini harga juga masih bergerak di atas level pivot, sehingga momentum bullish dinilai masih terjaga. Jika harga mampu bertahan dan melanjutkan kenaikan menuju level R1, maka peluang untuk menembus resistance di 4.202,86 akan semakin terbuka. Lantas, bagaimana prospek pergerakan harga emas untuk pekan ini? Simak analisis lengkapnya di bawah. Anda juga dapat membaca analisis pekan sebelumnya melalui artikel berikut: https://www.followme.com/c/239...
Analisa Teknikal XAU/USD — Timeframe Daily

Pada timeframe Daily, XAU/USD diperdagangkan di kisaran $4.105 dan telah bergerak di atas Pivot Point $4.067, mengindikasikan mulai munculnya tekanan bullish setelah beberapa pekan tertekan di zona Demand. Selama harga mampu bertahan di atas Pivot, target kenaikan pertama menuju R1 $4.151, dan jika tertembus dapat berlanjut ke R2 $4.250 hingga R3 $4.334.
Sebaliknya, jika tekanan jual kembali muncul dan harga gagal bertahan di atas Pivot, penurunan pertama akan mengarah ke S1 $3.968 yang berdekatan dengan zona Support & Demand $3.943. Jika level ini pun tertembus, potensi penurunan lebih dalam terbuka menuju S2 $3.884 hingga S3 $3.785. Konfirmasi penutupan candle harian tetap menjadi acuan utama sebelum mengambil posisi.
Analisa Teknikal XAU/USD — Timeframe H4

Pada timeframe H4, XAU/USD di kisaran $4.105 telah berhasil menembus trendline descending, diperkuat dengan pola Double Bottom, Divergence Bullish, dan sinyal CHoCH yang mengindikasikan pergeseran struktur pasar ke arah bullish. Namun harga masih tertahan di bawah zona Supply $4.116–$4.180, sehingga area Gap $4.080–$4.090 menjadi level penting sebagai potensi titik entry jika muncul konfirmasi reversal bullish, dengan target menuju BOS $4.166 hingga Resistance $4.220.
Sebaliknya, jika harga gagal bertahan dan menembus Support $4.022, tekanan jual berpotensi membawa harga kembali ke zona Demand $3.943–$3.997. Jika area ini pun tertembus, harga emas berpotensi mencetak level terendah baru sejak awal tahun. Konfirmasi price action di setiap level tetap menjadi acuan utama sebelum mengambil posisi.
Retracement ke Gap $4.080–$4.090 + konfirmasi bullish → target BOS $4.166 lalu Resistance $4.220. Double Bottom + Divergence + CHoCH memperkuat sinyal.
Breakdown Support $4.022 + retracement → zona Demand $3.943–$3.997. Tembus ke bawah = potensi low baru sejak awal tahun.
Rekomendasi Trading
Analisa Fundamental Emas (XAU/USD)
Emas memasuki pekan 27–31 Juli 2026 dengan fokus pasar tertuju pada keputusan FOMC, data GDP Q2, dan Core PCE, di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik AS–Iran yang berpotensi memicu volatilitas harga.
Brent $100 dan Laut Merah: Dua Chokepoint, Satu Ancaman Inflasi Ganda

Brent crude menembus $100 per barel setelah Houthi menyerang dua kapal tanker minyak Saudi di Laut Merah, menambah gangguan pasokan energi global di tengah konflik yang masih berlangsung di Selat Hormuz. Di sisi lain, gangguan ekspor minyak Kazakhstan akibat penghentian operasi Caspian Pipeline Consortium semakin memperketat pasokan minyak dunia.
Bagi emas, kenaikan harga minyak dapat meningkatkan ekspektasi suku bunga tinggi The Fed, sehingga mendukung penguatan dolar AS dan yield obligasi yang cenderung menekan XAU/USD. Namun, jika ketegangan geopolitik kembali memanas atau muncul perkembangan diplomatik yang signifikan, volatilitas harga emas diperkirakan akan tetap tinggi.
FOMC Rabu: Hold Sudah Diharga, Semua Mata ke Nada Warsh
CME FedWatch Tool menunjukkan peluang sekitar 85–89% bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga di kisaran 3,50%–3,75% pada pertemuan FOMC 29 Juli. Karena ini merupakan pertemuan non-SEP, tidak akan ada pembaruan dot plot maupun proyeksi ekonomi. Fokus utama pasar akan tertuju pada pernyataan dan konferensi pers Ketua The Fed, Kevin Warsh.
Meskipun kenaikan suku bunga pada Juli dinilai kecil kemungkinannya, pasar akan mencermati apakah Warsh mengakui risiko inflasi akibat lonjakan harga minyak dan memberikan sinyal kebijakan yang lebih hawkish untuk pertemuan September. Nada pernyataannya diperkirakan akan menjadi penentu utama arah pergerakan XAU/USD setelah keputusan FOMC.
Keputusan suku bunga sudah dipricing pasar — bukan faktor penggerak utama
Tidak ada dot plot atau proyeksi ekonomi baru — pasar 100% fokus pada nada konferensi pers Warsh
Jika Warsh akui risiko inflasi minyak + sinyal hawkish September → dolar menguat, emas tertekan
GDP Q2 + PCE Juni Kamis: Sequence yang Bisa Paksa Pasar Reposisi Cepat
Kurang dari sehari setelah keputusan FOMC, pasar akan langsung dihadapkan pada rilis data GDP Q2 dan Core PCE Juni pada Kamis (30/7). Kombinasi data ini berpotensi memicu volatilitas tinggi karena akan memberikan gambaran terbaru mengenai pertumbuhan ekonomi dan inflasi AS.
Jika GDP melemah dan Core PCE menunjukkan inflasi yang semakin mereda, ekspektasi pemangkasan suku bunga dapat menguat dan menjadi sentimen positif bagi emas. Sebaliknya, apabila pertumbuhan ekonomi dan inflasi masih kuat, narasi higher for longer berpotensi kembali mendominasi dan menekan harga XAU/USD.
Outlook Minggu Ini: Empat Hari, Empat Bom Waktu
Ini adalah pekan paling kritis sejak FOMC Juni yang mengejutkan pasar dengan dot plot hawkish. Kalender penuh dengan tier-1 back-to-back. Emas masih bergerak dalam fase konsolidasi menjelang keputusan FOMC — arah pergerakan selanjutnya akan sangat dipengaruhi oleh hasil rapat The Fed serta rilis data GDP Q2 dan Core PCE AS.
Kalender Ekonomi Minggu Ini

Pekan ini, perhatian pasar akan tertuju pada keputusan suku bunga The Fed, FOMC Statement, dan konferensi pers The Fed, yang diperkirakan menjadi penentu arah dolar AS, emas (XAU/USD), dan pasar keuangan global. Investor juga akan mencermati Core PCE Price Index, GDP AS Kuartal II, Initial Jobless Claims, serta CB Consumer Confidence untuk mengukur kondisi inflasi dan kekuatan ekonomi Amerika Serikat.
Dari luar AS, pasar juga akan memantau keputusan suku bunga Bank of England (BoE) dan Bank of Japan (BoJ), inflasi Zona Euro (CPI), serta PMI Manufaktur China, yang berpotensi memengaruhi pergerakan GBP, JPY, EUR, dan sentimen pasar global sepanjang pekan.
Lihat Kalender Ekonomi Minggu ini
FAQ Seputar XAU/USD Minggu Ini
Artikel ini disusun semata-mata untuk tujuan informasi dan edukasi, dan bukan merupakan saran investasi, rekomendasi beli, maupun rekomendasi jual atas instrumen keuangan apapun. Perdagangan forex dan komoditas seperti emas mengandung risiko yang signifikan dan tidak cocok untuk semua investor. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Selalu lakukan riset secara mandiri dan konsultasikan dengan penasihat keuangan profesional sebelum mengambil keputusan trading. FollowMe tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul akibat penggunaan informasi dalam artikel ini.
Peringatan: Pendapat yang disampaikan sepenuhnya merupakan milik penulis dan tidak mencerminkan posisi resmi Followme. Followme tidak bertanggung jawab atas keakuratan, kelengkapan, atau keandalan informasi yang disediakan, serta tidak bertanggung jawab atas tindakan apa pun yang diambil berdasarkan konten ini, kecuali dinyatakan secara tertulis.

Gagal Memuat ()