
Dolar Australia (AUD) kembali berada di bawah tekanan pada perdagangan Kamis setelah data Ekspektasi Inflasi Konsumen Australia menunjukkan perlambatan. Pasangan AUD/USD bergerak melemah di sekitar 0,7000, mengakhiri reli yang sempat berlangsung selama dua hari sebelumnya.
Data terbaru menunjukkan ekspektasi inflasi konsumen turun menjadi 4,7% pada Juli, dari 5,5% pada Juni. Ini menjadi penurunan selama tiga bulan berturut-turut setelah lonjakan yang terjadi pada April. Sementara itu, ekspektasi kenaikan upah relatif stabil dan tidak mengalami perubahan selama delapan bulan terakhir.
Melambatnya ekspektasi inflasi memperkuat pandangan bahwa tekanan harga di Australia mulai mereda, sehingga mengurangi dorongan bagi Reserve Bank of Australia (RBA) untuk memperketat kebijakan moneternya dalam waktu dekat.
Di sisi lain, permintaan terhadap dolar AS sebagai aset safe haven meningkat setelah konflik di Timur Tengah kembali memanas. Amerika Serikat dilaporkan melancarkan serangkaian serangan terhadap aset militer Iran dan memperketat pengamanan di kawasan Selat Hormuz, jalur pelayaran penting bagi perdagangan energi dunia.
Ketegangan tersebut meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap risiko geopolitik dan mendorong investor beralih ke aset yang dianggap lebih aman, termasuk dolar AS.
Sementara itu, Ketua Federal Reserve, Kevin Warsh, menyatakan bahwa tekanan inflasi saat ini kemungkinan tidak akan bersifat permanen. Meski mengakui inflasi masih berada di atas target, Warsh menilai indikator inflasi saat ini belum sepenuhnya mencerminkan kondisi fundamental ekonomi.
Pernyataan tersebut dinilai lebih hati-hati dibandingkan komentar The Fed sebelumnya sehingga tidak memberikan sinyal kuat mengenai kenaikan suku bunga dalam waktu dekat. Meski demikian, secara keseluruhan sikap kebijakan The Fed masih cenderung hawkish, sehingga tetap memberikan dukungan terhadap dolar AS.
Pelaku pasar kini akan terus memantau perkembangan konflik di Timur Tengah serta data ekonomi berikutnya dari Australia dan Amerika Serikat untuk mencari petunjuk mengenai arah kebijakan moneter kedua bank sentral.
Peringatan: Pendapat yang disampaikan sepenuhnya merupakan milik penulis dan tidak mencerminkan posisi resmi Followme. Followme tidak bertanggung jawab atas keakuratan, kelengkapan, atau keandalan informasi yang disediakan, serta tidak bertanggung jawab atas tindakan apa pun yang diambil berdasarkan konten ini, kecuali dinyatakan secara tertulis.

- AKHIR -