
Pada pekan lalu, XAU/USD melanjutkan pelemahan seiring menguatnya dolar AS yang didukung oleh sikap hawkish The Fed. Tekanan jual masih mendominasi pasar dan arah pergerakan selanjutnya akan sangat dipengaruhi oleh rangkaian data ekonomi penting yang dirilis minggu ini. Secara teknikal, harga saat ini masih bergerak di bawah level pivot 4.219,49 yang menunjukkan bias bearish masih terjaga.
Di sisi lain, apabila emas mampu kembali menguat dan menembus area resistance terdekat, harga berpotensi melanjutkan kenaikan menuju level R1 di 4.317,08. Namun jika momentum bullish gagal berkembang, tekanan jual berisiko kembali mendorong harga turun menuju area demand di 4.046,21–3.886,62. Untuk pembahasan analisis sebelumnya secara lengkap, dapat melihatnya melalui artikel berikut: https://www.followme.com/c/239...
Analisa Teknikal XAU/USD — Timeframe Daily

Pada timeframe Daily, XAU/USD masih berada dalam tekanan jual setelah menembus support horizontal dan keluar dari pola descending channel yang terbentuk sejak Maret hingga pertengahan Juni 2026. Harga saat ini diperdagangkan di sekitar 4.193, masih berada di bawah Pivot Point 4.219,49 yang kini berfungsi sebagai resistance terdekat. Selama harga belum mampu ditutup di atas level tersebut, bias teknikal tetap cenderung bearish.
Jika tekanan jual berlanjut, target penurunan berikutnya berada di area S1 (4.056,76) yang juga menjadi batas atas demand zone. Penembusan level ini dapat membuka peluang pelemahan lebih lanjut menuju S2 (3.959,17) hingga S3 (3.796,44). Sebaliknya, skenario bullish baru mendapatkan konfirmasi apabila harga berhasil break dan close di atas R1 (4.317,08).
Analisa Teknikal XAU/USD — Timeframe H4

Pada timeframe H4, struktur harga masih menunjukkan dominasi bearish setelah terjadinya Market Structure Shift (MSS) dan harga berhasil menembus area Demand Failure (DF) di sekitar 4.170. Saat ini harga diperdagangkan di kisaran 4.193 dengan potensi retracement menuju supply zone 4.254–4.329 sebelum melanjutkan penurunan. Namun tidak menutup kemungkinan harga langsung bergerak turun menuju demand zone 4.023–4.118 tanpa pullback yang signifikan.
Apabila harga mendapat penolakan di area supply zone, tekanan bearish berpotensi berlanjut menuju demand zone di bawahnya. Sebaliknya, jika harga berhasil break dan close di atas supply zone serta resistance 4.382, peluang perubahan tren menjadi bullish akan semakin terbuka dengan target kenaikan ke area 4.475–4.525.
Break dan close di atas supply zone 4.254–4.329 serta resistance 4.382 → tren bullish terbuka menuju 4.475–4.525.
Penolakan di supply zone 4.254–4.329 → tekanan turun berlanjut menuju demand zone 4.023–4.118.
Rekomendasi Trading
Analisa Fundamental Emas (XAU/USD)
Emas memasuki minggu ini dalam tekanan setelah mencatat penurunan selama tiga pekan berturut-turut. Penguatan dolar AS pasca sikap hawkish The Fed serta revisi target harga emas oleh Goldman Sachs menekan XAU/USD ke area $4.150. Di sisi lain, serangan AS ke fasilitas nuklir Iran menambah ketidakpastian geopolitik yang berpotensi meningkatkan volatilitas pasar. Bias minggu ini masih bearish, namun pergerakan harga berpotensi lebih fluktuatif.
FOMC Warsh: Hawkish Sejak Hari Pertama, Tekanan ke Emas Berlanjut

Dalam rapat FOMC perdananya pada 16–17 Juni, Kevin Warsh mempertahankan suku bunga di kisaran 3,50%–3,75%. Namun, pasar dikejutkan oleh dot plot yang menunjukkan separuh anggota FOMC masih memperkirakan kenaikan suku bunga sebelum akhir 2026. Fed juga merevisi proyeksi inflasi PCE menjadi 3,6%, jauh lebih tinggi dibanding proyeksi sebelumnya.
Warsh menghapus seluruh forward guidance dan menegaskan komitmen Fed terhadap stabilitas harga. Sikap hawkish ini mendorong yield Treasury dan dolar AS menguat, sementara emas terkoreksi tajam. Pasar kini melihat peluang kenaikan suku bunga pada Oktober 2026 semakin besar, menciptakan tekanan tambahan bagi XAU/USD dalam jangka pendek.
Serangan AS ke Iran: Hormuz Kembali Terancam, Paradoks Makin Dalam
Harapan meredanya konflik sempat muncul setelah penandatanganan MOU AS–Iran pada 17 Juni. Namun situasi berubah ketika AS menyerang fasilitas nuklir Iran pada 21 Juni. Sebagai respons, Iran kembali mengancam menutup Selat Hormuz, memicu lonjakan harga minyak dan meningkatkan ketidakpastian pasar global.
Meski delegasi kedua negara masih melanjutkan pembicaraan di Swiss, ketegangan geopolitik tetap tinggi. Kondisi ini menciptakan paradoks bagi emas: konflik biasanya mendukung aset safe haven, tetapi kenaikan harga energi juga berpotensi mendorong inflasi dan memperkuat dolar AS — yang justru menjadi faktor negatif bagi emas.
Ketegangan AS–Iran → meningkatkan permintaan safe haven → potensi support harga emas
Hormuz terancam → minyak naik → inflasi energi naik → dolar menguat → tekanan pada emas
Inflasi Masih Panas, Core PCE Kamis Ini Jadi Penentu
Inflasi AS masih berada di level tinggi dengan CPI Mei tercatat 4,2% YoY, terutama dipicu kenaikan harga energi. Namun, Core CPI yang mengabaikan komponen energi dan pangan hanya naik 2,9% YoY, menunjukkan tekanan inflasi inti masih relatif terkendali.
Fokus pasar kini tertuju pada rilis Core PCE dan revisi GDP AS minggu ini. Jika data inflasi lebih rendah dari perkiraan, ekspektasi kenaikan suku bunga dapat berkurang dan membuka peluang rebound emas. Sebaliknya, angka yang lebih tinggi berpotensi memperkuat kembali narasi hawkish The Fed.
Outlook Minggu Ini: PCE Kamis dan Swiss Talks Jadi Kunci
Pergerakan XAU/USD minggu ini akan dipengaruhi oleh kombinasi data ekonomi AS dan perkembangan negosiasi AS–Iran di Swiss. Kedua faktor tersebut akan menentukan arah ekspektasi suku bunga serta sentimen risiko global dalam beberapa hari ke depan.
Secara teknikal, bias emas masih bearish dengan RSI dan MACD yang belum menunjukkan tanda pemulihan kuat. Jika Core PCE lebih rendah dari ekspektasi dan ketegangan geopolitik mereda, harga berpotensi rebound ke area resistance. Namun jika inflasi kembali memanas dan harga minyak terus naik, tekanan jual berisiko berlanjut menuju area support berikutnya.
Kalender Ekonomi Minggu Ini

Fokus pasar minggu ini tertuju pada sejumlah data ekonomi penting dari AS, terutama PMI Manufaktur dan Jasa pada Selasa (23/6), serta New Home Sales dan Crude Oil Inventories pada Rabu (24/6). Data-data ini akan memberikan gambaran kondisi aktivitas bisnis, sektor properti, dan pasar energi AS yang dapat memengaruhi sentimen pasar.
Perhatian utama akan berada pada Kamis (25/6) saat rilis Core PCE Price Index indikator inflasi favorit The Fed bersamaan dengan data GDP Q1, Durable Goods Orders, dan Initial Jobless Claims. Jika inflasi kembali menunjukkan tekanan tinggi, USD berpotensi menguat dan menekan emas. Sebaliknya, data yang lebih lemah dari ekspektasi dapat membuka peluang rebound bagi XAU/USD.
Lihat Kalender Ekonomi Minggu ini
FAQ (Frequently Asked Questions)
Peringatan: Pendapat yang disampaikan sepenuhnya merupakan milik penulis dan tidak mencerminkan posisi resmi Followme. Followme tidak bertanggung jawab atas keakuratan, kelengkapan, atau keandalan informasi yang disediakan, serta tidak bertanggung jawab atas tindakan apa pun yang diambil berdasarkan konten ini, kecuali dinyatakan secara tertulis.

- AKHIR -