The Fed Masih Hawkish, Emas Terancam Turun Lagi! Ini Level Penting XAU/USD

avatar
· Views 5,038
The Fed Masih Hawkish, Emas Terancam Turun Lagi! Ini Level Penting XAU/USD
Weekly Analysis 23 – 27 Juni 2026

Pada pekan lalu, XAU/USD melanjutkan pelemahan seiring menguatnya dolar AS yang didukung oleh sikap hawkish The Fed. Tekanan jual masih mendominasi pasar dan arah pergerakan selanjutnya akan sangat dipengaruhi oleh rangkaian data ekonomi penting yang dirilis minggu ini. Secara teknikal, harga saat ini masih bergerak di bawah level pivot 4.219,49 yang menunjukkan bias bearish masih terjaga.

Di sisi lain, apabila emas mampu kembali menguat dan menembus area resistance terdekat, harga berpotensi melanjutkan kenaikan menuju level R1 di 4.317,08. Namun jika momentum bullish gagal berkembang, tekanan jual berisiko kembali mendorong harga turun menuju area demand di 4.046,21–3.886,62. Untuk pembahasan analisis sebelumnya secara lengkap, dapat melihatnya melalui artikel berikut: https://www.followme.com/c/239...

 

Analisa Teknikal XAU/USD — Timeframe Daily

The Fed Masih Hawkish, Emas Terancam Turun Lagi! Ini Level Penting XAU/USD

Pada timeframe Daily, XAU/USD masih berada dalam tekanan jual setelah menembus support horizontal dan keluar dari pola descending channel yang terbentuk sejak Maret hingga pertengahan Juni 2026. Harga saat ini diperdagangkan di sekitar 4.193, masih berada di bawah Pivot Point 4.219,49 yang kini berfungsi sebagai resistance terdekat. Selama harga belum mampu ditutup di atas level tersebut, bias teknikal tetap cenderung bearish.

Jika tekanan jual berlanjut, target penurunan berikutnya berada di area S1 (4.056,76) yang juga menjadi batas atas demand zone. Penembusan level ini dapat membuka peluang pelemahan lebih lanjut menuju S2 (3.959,17) hingga S3 (3.796,44). Sebaliknya, skenario bullish baru mendapatkan konfirmasi apabila harga berhasil break dan close di atas R1 (4.317,08).

Level Kunci — Weekly
Level
Harga
Keterangan
R1
4.317,08
Resistance 1 — konfirmasi bullish jika ditembus
Pivot
4.219,49
Pivot Point — resistance terdekat saat ini
S1
4.056,76
Support 1 — batas atas demand zone
S2
3.959,17
Support 2 — target jika S1 jebol
S3
3.796,44
Support 3 — skenario breakdown ekstrem

Analisa Teknikal XAU/USD — Timeframe H4

The Fed Masih Hawkish, Emas Terancam Turun Lagi! Ini Level Penting XAU/USD

Pada timeframe H4, struktur harga masih menunjukkan dominasi bearish setelah terjadinya Market Structure Shift (MSS) dan harga berhasil menembus area Demand Failure (DF) di sekitar 4.170. Saat ini harga diperdagangkan di kisaran 4.193 dengan potensi retracement menuju supply zone 4.254–4.329 sebelum melanjutkan penurunan. Namun tidak menutup kemungkinan harga langsung bergerak turun menuju demand zone 4.023–4.118 tanpa pullback yang signifikan.

Apabila harga mendapat penolakan di area supply zone, tekanan bearish berpotensi berlanjut menuju demand zone di bawahnya. Sebaliknya, jika harga berhasil break dan close di atas supply zone serta resistance 4.382, peluang perubahan tren menjadi bullish akan semakin terbuka dengan target kenaikan ke area 4.475–4.525.

▲ Bullish H4

Break dan close di atas supply zone 4.254–4.329 serta resistance 4.382 → tren bullish terbuka menuju 4.475–4.525.

▼ Bearish H4

Penolakan di supply zone 4.254–4.329 → tekanan turun berlanjut menuju demand zone 4.023–4.118.

Rekomendasi Trading

BUY
Jika harga membentuk sinyal bullish marubozu pada timeframe H4, pertimbangkan buy dengan target menuju area supply 4.254,56–4.329,80. Alternatif, tunggu harga mencapai area demand 4.118,22–4.023,92 untuk mencari peluang buy dengan konfirmasi price action.
SELL
Fokus sell setelah harga mencapai area supply 4.254,56–4.329,80 dan menunjukkan sinyal reversal bearish pada timeframe M15. Jika harga membreak level supply atau resistance, tunggu retracement lalu entry pada level tersebut.
 

Analisa Fundamental Emas (XAU/USD)

Emas memasuki minggu ini dalam tekanan setelah mencatat penurunan selama tiga pekan berturut-turut. Penguatan dolar AS pasca sikap hawkish The Fed serta revisi target harga emas oleh Goldman Sachs menekan XAU/USD ke area $4.150. Di sisi lain, serangan AS ke fasilitas nuklir Iran menambah ketidakpastian geopolitik yang berpotensi meningkatkan volatilitas pasar. Bias minggu ini masih bearish, namun pergerakan harga berpotensi lebih fluktuatif.

FOMC Warsh: Hawkish Sejak Hari Pertama, Tekanan ke Emas Berlanjut

The Fed Masih Hawkish, Emas Terancam Turun Lagi! Ini Level Penting XAU/USD

Dalam rapat FOMC perdananya pada 16–17 Juni, Kevin Warsh mempertahankan suku bunga di kisaran 3,50%–3,75%. Namun, pasar dikejutkan oleh dot plot yang menunjukkan separuh anggota FOMC masih memperkirakan kenaikan suku bunga sebelum akhir 2026. Fed juga merevisi proyeksi inflasi PCE menjadi 3,6%, jauh lebih tinggi dibanding proyeksi sebelumnya.

Warsh menghapus seluruh forward guidance dan menegaskan komitmen Fed terhadap stabilitas harga. Sikap hawkish ini mendorong yield Treasury dan dolar AS menguat, sementara emas terkoreksi tajam. Pasar kini melihat peluang kenaikan suku bunga pada Oktober 2026 semakin besar, menciptakan tekanan tambahan bagi XAU/USD dalam jangka pendek.

3,6%
Revisi Proyeksi PCE The Fed — Jauh di Atas Perkiraan Sebelumnya
50%
Anggota FOMC Proyeksikan Rate Hike Sebelum Akhir 2026
Okt '26
Target Pasar untuk Potensi Kenaikan Suku Bunga Berikutnya

Serangan AS ke Iran: Hormuz Kembali Terancam, Paradoks Makin Dalam

Harapan meredanya konflik sempat muncul setelah penandatanganan MOU AS–Iran pada 17 Juni. Namun situasi berubah ketika AS menyerang fasilitas nuklir Iran pada 21 Juni. Sebagai respons, Iran kembali mengancam menutup Selat Hormuz, memicu lonjakan harga minyak dan meningkatkan ketidakpastian pasar global.

Meski delegasi kedua negara masih melanjutkan pembicaraan di Swiss, ketegangan geopolitik tetap tinggi. Kondisi ini menciptakan paradoks bagi emas: konflik biasanya mendukung aset safe haven, tetapi kenaikan harga energi juga berpotensi mendorong inflasi dan memperkuat dolar AS — yang justru menjadi faktor negatif bagi emas.

Paradoks Emas vs Geopolitik
▲ Faktor Positif

Ketegangan AS–Iran → meningkatkan permintaan safe haven → potensi support harga emas

▼ Faktor Negatif

Hormuz terancam → minyak naik → inflasi energi naik → dolar menguat → tekanan pada emas

Inflasi Masih Panas, Core PCE Kamis Ini Jadi Penentu

Inflasi AS masih berada di level tinggi dengan CPI Mei tercatat 4,2% YoY, terutama dipicu kenaikan harga energi. Namun, Core CPI yang mengabaikan komponen energi dan pangan hanya naik 2,9% YoY, menunjukkan tekanan inflasi inti masih relatif terkendali.

Fokus pasar kini tertuju pada rilis Core PCE dan revisi GDP AS minggu ini. Jika data inflasi lebih rendah dari perkiraan, ekspektasi kenaikan suku bunga dapat berkurang dan membuka peluang rebound emas. Sebaliknya, angka yang lebih tinggi berpotensi memperkuat kembali narasi hawkish The Fed.

4,2%
CPI Headline YoY — Dipicu Kenaikan Harga Energi
2,9%
Core CPI YoY — Inflasi Inti Masih Relatif Terkendali

Outlook Minggu Ini: PCE Kamis dan Swiss Talks Jadi Kunci

Pergerakan XAU/USD minggu ini akan dipengaruhi oleh kombinasi data ekonomi AS dan perkembangan negosiasi AS–Iran di Swiss. Kedua faktor tersebut akan menentukan arah ekspektasi suku bunga serta sentimen risiko global dalam beberapa hari ke depan.

Secara teknikal, bias emas masih bearish dengan RSI dan MACD yang belum menunjukkan tanda pemulihan kuat. Jika Core PCE lebih rendah dari ekspektasi dan ketegangan geopolitik mereda, harga berpotensi rebound ke area resistance. Namun jika inflasi kembali memanas dan harga minyak terus naik, tekanan jual berisiko berlanjut menuju area support berikutnya.

📈 Skenario Bullish
Core PCE lebih rendah dari ekspektasi + de-eskalasi Swiss Talks → ekspektasi rate hike mereda → emas berpotensi rebound menuju resistance 4.254–4.329.
📉 Skenario Bearish
Core PCE lebih tinggi dari ekspektasi + Hormuz kembali memanas → dolar dan yield menguat → emas tertekan menuju demand zone 4.023–4.118 dan risiko lanjutan ke S2 3.959.

Kalender Ekonomi Minggu Ini

The Fed Masih Hawkish, Emas Terancam Turun Lagi! Ini Level Penting XAU/USD

Fokus pasar minggu ini tertuju pada sejumlah data ekonomi penting dari AS, terutama PMI Manufaktur dan Jasa pada Selasa (23/6), serta New Home Sales dan Crude Oil Inventories pada Rabu (24/6). Data-data ini akan memberikan gambaran kondisi aktivitas bisnis, sektor properti, dan pasar energi AS yang dapat memengaruhi sentimen pasar.

Perhatian utama akan berada pada Kamis (25/6) saat rilis Core PCE Price Index indikator inflasi favorit The Fed bersamaan dengan data GDP Q1, Durable Goods Orders, dan Initial Jobless Claims. Jika inflasi kembali menunjukkan tekanan tinggi, USD berpotensi menguat dan menekan emas. Sebaliknya, data yang lebih lemah dari ekspektasi dapat membuka peluang rebound bagi XAU/USD.

Lihat Kalender Ekonomi Minggu ini

 

FAQ (Frequently Asked Questions)

Mengapa harga emas (XAU/USD) masih berada dalam tekanan bearish?
Harga emas masih tertekan karena penguatan dolar AS yang didukung oleh sikap hawkish The Fed. Selain itu, meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga dan tingginya imbal hasil obligasi AS membuat aset tanpa imbal hasil seperti emas menjadi kurang menarik bagi investor.
Data ekonomi apa yang paling berpengaruh terhadap pergerakan emas minggu ini?
Fokus utama pasar minggu ini adalah rilis Core PCE Price Index AS pada Kamis (25/6), yang merupakan indikator inflasi favorit The Fed. Selain itu, data GDP, Durable Goods Orders, PMI, dan Initial Jobless Claims juga berpotensi memengaruhi ekspektasi suku bunga sehingga dapat memicu volatilitas pada XAU/USD.
Level penting apa yang perlu diperhatikan trader XAU/USD saat ini?
Secara teknikal, area supply 4.254–4.329 menjadi resistance penting yang perlu diperhatikan. Sementara itu, area demand 4.023–4.118 menjadi zona support utama. Breakout dari salah satu area tersebut berpotensi menentukan arah pergerakan emas selanjutnya dalam jangka pendek hingga menengah.

Peringatan: Pendapat yang disampaikan sepenuhnya merupakan milik penulis dan tidak mencerminkan posisi resmi Followme. Followme tidak bertanggung jawab atas keakuratan, kelengkapan, atau keandalan informasi yang disediakan, serta tidak bertanggung jawab atas tindakan apa pun yang diambil berdasarkan konten ini, kecuali dinyatakan secara tertulis.

Suka artikel ini? Tunjukkan apresiasimu dengan memberi hadiah untuk penulis.
Balasan 14
avatar
Lengkap bgt thx
avatar
Makasi infonya gan
avatar
Kenapa emas malah turun trs ya..
avatar
Mending tahan dulu duitnya, tunggu harganya beneran anjlok baru deh borong emas lagi.
avatar
Katanya emas aset aman, tapi kalau dolarnya ikutan ngamuk ternyata bisa boncos juga ya.
avatar
Siap-siap pantau hari Kamis deh, katanya ada data inflasi Amerika yang bikin market makin liar.
avatar
Banyak banget istilah angka teknikal, intinya harga emas sekarang lagi gak aman buat dibeli ya?
avatar
Perang AS-Iran bikin ngeri sih, tapi kok malah harga emas yang kena imbas jadi turun?
avatar
The Fed galak bener, gara-gara bunga gak turun, tabungan emas kita jadi ikutan loyo
avatar
Duh, emas mau turun lagi ya? Padahal kemarin telat jual pas harganya masih tinggi.
avatar
👍👍
avatar
Mantapp
avatar
Wah nice analysis
avatar
Trader XAU saat ini
photo

- AKHIR -

  • tradingContest