
Seputarforex -- Kurs USD/JPY anteng pada kisaran 159.20-159.40 dalam perdagangan sesi Asia hari Jumat (29/Mei). Beragam pasangan Yen lainnya juga cenderung bergerak sideways. Pasalnya, pelaku pasar gentar mendengar ancaman Menteri Keuangan Jepang Satsuki Katayama tadi pagi.
Katayama menegaskan kembali bahwa otoritas Jepang bisa turun tangan di pasar forex jika terjadi volatilitas atau pergerakan spekulatif. Ia menyampaikannya dalam sebuah konferensi pers yang diadakan dalam waktu kurang dari 24 jam setelah USD/JPY mencapai level tertinggi 159.65, sehingga memperkuat asumsi pasar bahwa area di atas level 160.00 masih diperlakukan layaknya "zona intervensi".
"Seperti yang telah saya katakan sejak lama, jika kita melihat volatilitas atau pergerakan spekulatif di pasar, kita dapat mengambil tindakan berani," kata Katayama kepada wartawan. "Sikap itu tetap tidak berubah selama bertahun-tahun, baik untuk menteri keuangan maupun pejabat mata uang tingkat atas."
Kementerian Keuangan dan Bank Sentral Jepang terakhir kali dicurigai melakukan intervensi forex pada 30 April 2026. Langkah tersebut berhasil menjatuhkan USD/JPY dari kisaran 160.00 sampai mendekati 155.00 dalam waktu singkat. Namun, tak sampai seminggu kemudian, kurs Yen mulai melemah lagi secara perlahan hingga USD/JPY mencapai posisinya saat ini.
Peristiwa itu bukanlah intervensi forex pertama kalinya yang dilakukan oleh otoritas Jepang, dan bukan pula pertama kalinya kurs Yen terdepresiasi lagi. Sampai sekarang, para pakar masih ragu intervensi forex lanjutan akan mampu menyokong kurs Yen secara berkelanjutan tanpa adanya perubahan fundamental yang signifikan--khususnya dalam proyeksi suku bunga Jepang dan kondisi geopolitik dunia.
Gubernur BoJ Kazuo Ueda menyampaikan pernyataan yang agak hawkish pada hari Rabu, tetapi ia tetap tidak memberikan petunjuk mengenai waktu kenaikan suku bunga berikutnya. Ia hanya mengatakan bahwa lonjakan harga minyak mentah akibat perang dapat berdampak berkepanjangan dalam lingkungan ekspektasi inflasi tinggi dan upah yang meningkat.
"Mereka sudah melakukan intervensi secara resmi dan pasar sepenuhnya menganggap mereka hanya menggertak," kata Eugene Epstein, kepala produk terstruktur untuk Amerika Utara di Moneycorp New Jersey.
"Bukan pertama kalinya hal ini terjadi," kata Epstein. "Di masa lalu, skenario persis seperti ini terjadi: mereka melakukan intervensi dan pasar mengatakan ‘kami tidak percaya Anda’ dan mereka melakukan intervensi lagi dan pasar mengatakan ‘kami percaya Anda kali ini.' Saya berpendapat bahwa pasar kemungkinan besar akan menguji Bank Sentral Jepang lagi."
Peringatan: Pendapat yang disampaikan sepenuhnya merupakan milik penulis dan tidak mencerminkan posisi resmi Followme. Followme tidak bertanggung jawab atas keakuratan, kelengkapan, atau keandalan informasi yang disediakan, serta tidak bertanggung jawab atas tindakan apa pun yang diambil berdasarkan konten ini, kecuali dinyatakan secara tertulis.
- AKHIR -