
Nilai tukar rupiah dibuka melemah pada perdagangan pasar spot Kamis pagi (18/12). Mata uang Garuda berada di level Rp16.703 per dolar AS, turun 9 poin atau sekitar 0,05 persen dibanding penutupan sebelumnya.
Pergerakan mata uang Asia pagi ini terpantau bervariasi. Peso Filipina menguat 0,13 persen, sementara yen Jepang melemah tipis 0,03 persen. Dolar Singapura turun 0,05 persen, won Korea Selatan melemah 0,02 persen, dan baht Thailand terkoreksi 0,10 persen. Kondisi serupa juga terlihat pada mata uang utama negara maju. Euro tercatat melemah 0,02 persen, franc Swiss turun 0,01 persen, dolar Australia justru menguat 0,09 persen, sedangkan dolar Kanada bergerak stagnan.
Analis Doo Financial Futures menilai pelemahan rupiah masih tergolong terbatas. Ia menyebut rupiah tetap memiliki peluang menguat terhadap dolar AS setelah Bank Indonesia memutuskan menahan suku bunga acuan di level 4,75 persen.
Meski demikian, pasar cenderung berhati-hati. Investor memilih bersikap wait and see sambil menunggu rilis data inflasi Amerika Serikat yang dijadwalkan malam ini.
Untuk hari ini, rupiah diperkirakan bergerak dalam rentang Rp16.600 hingga Rp16.750 per dolar AS.
Peringatan: Pendapat yang disampaikan sepenuhnya merupakan milik penulis dan tidak mencerminkan posisi resmi Followme. Followme tidak bertanggung jawab atas keakuratan, kelengkapan, atau keandalan informasi yang disediakan, serta tidak bertanggung jawab atas tindakan apa pun yang diambil berdasarkan konten ini, kecuali dinyatakan secara tertulis.
