
Rupiah kembali melemah pada pembukaan perdagangan Kamis (18/9). Nilai tukar berada di level Rp16.458 per dolar AS, turun 21 poin atau 0,13 persen di pasar spot.
Pergerakan mata uang Asia terpantau bervariasi. Yuan China, yen Jepang, dan peso Filipina mencatat kenaikan tipis, sementara ringgit Malaysia, dolar Singapura, won Korea Selatan, serta baht Thailand justru melemah.
Mata uang utama d#forextrading##forexmarket##indonesia#unia pun menunjukkan pola serupa: poundsterling Inggris turun, euro sedikit menguat, dan dolar Australia terkoreksi cukup dalam.
Menurut analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, pelemahan rupiah dipicu rebound dolar AS setelah The Fed memangkas suku bunga. Selain itu, keputusan Bank Indonesia untuk turut menurunkan suku bunga juga menambah tekanan pada rupiah.
Hari ini, rupiah diperkirakan bergerak di kisaran Rp16.400–Rp16.500 per dolar AS.
Peringatan: Pendapat yang disampaikan sepenuhnya merupakan milik penulis dan tidak mencerminkan posisi resmi Followme. Followme tidak bertanggung jawab atas keakuratan, kelengkapan, atau keandalan informasi yang disediakan, serta tidak bertanggung jawab atas tindakan apa pun yang diambil berdasarkan konten ini, kecuali dinyatakan secara tertulis.
