
Dolar AS (USD) kembali melemah tajam pada Selasa, menyentuh level terendah sejak awal Juli. Tekanan ini muncul karena pasar semakin yakin The Federal Reserve akan memangkas suku bunga tambahan dalam beberapa bulan mendatang.
🔎 Yang Perlu Diperhatikan Hari Ini:
- US Dollar Index (DXY): menembus support 97,00 dan jatuh ke level terendah dua bulan akibat tekanan jual besar serta turunnya imbal hasil obligasi AS di berbagai tenor. Agenda utama: rapat FOMC dan pembaruan dot plot, disusul data Housing Starts, Building Permits, aplikasi hipotek MBA, dan laporan stok minyak mingguan EIA.
- EUR/USD: mencetak level tertinggi tahunan di sekitar 1,1880 seiring pelemahan dolar. Pasar menunggu data inflasi final zona euro dan pidato Cipollone dari ECB.
- GBP/USD: naik ke level tertinggi beberapa minggu di 1,3680 berkat rilis data Inggris yang solid dan pelemahan dolar. Fokus selanjutnya pada data inflasi Inggris.
- USD/JPY: turun ke level terendah lima hari di kisaran 146,50-an, dipengaruhi koreksi tajam dolar. Pasar menunggu rilis data neraca perdagangan Jepang.
- AUD/USD: mencetak level tertinggi tahunan di dekat 0,6680, berpotensi menembus 0,6700. Agenda domestik: indeks utama Westpac dan pidato pejabat RBA, Jone.
- WTI Crude Oil: naik ke level tertinggi dua minggu di atas $64 per barel, didorong dolar yang lebih lemah, ekspektasi pemangkasan suku bunga Fed, dan kekhawatiran gangguan pasokan.
- Emas & Perak: harga emas tembus rekor baru di atas $3.700 per troy ounce, sementara perak mendekati $43 per ounce—level tertinggi sejak September 2011—seiring spekulasi stimulus lebih lanjut dari The Fed.
Peringatan: Pendapat yang disampaikan sepenuhnya merupakan milik penulis dan tidak mencerminkan posisi resmi Followme. Followme tidak bertanggung jawab atas keakuratan, kelengkapan, atau keandalan informasi yang disediakan, serta tidak bertanggung jawab atas tindakan apa pun yang diambil berdasarkan konten ini, kecuali dinyatakan secara tertulis.
Suka artikel ini? Tunjukkan apresiasimu dengan memberi hadiah untuk penulis.
