- Presiden AS Joe Biden menyebut kesepakatan gencatan senjata 60 hari yang diaktifkan sebagai permanen.
- OPEC akan menunda Pertemuan Kebijakan Produksi mendatang hingga tanggal 5 Desember.
- Indeks Dolar AS bangkit dari dukungan setelah pedagang mengambil untung dalam reli Greenback.
Minyak Mentah diperdagangkan cukup stabil pada hari Kamis ini dengan tekanan jual meningkat setelah Presiden AS Joe Biden menyebut kesepakatan gencatan senjata aktif baru-baru ini di Gaza sebagai penghentian permusuhan secara permanen, Bloomberg melaporkan. Sementara itu OPEC telah mengonfirmasi akan menunda keputusan Rapat Kebijakan Produksi yang akan datang dari hari Minggu hingga tanggal 5 Desember. Konglomerat Negara-negara Penghasil dan Pengekspor Minyak (OPEC) kembali menghadapi krisis eksistensial dengan perlambatan permintaan global dengan lebih banyak pasokan non-OPEC yang akan dilepaskan ke pasar.
Indeks Dolar AS (DXY), yang mengukur kinerja Dolar AS (USD) terhadap sekeranjang mata uang, bangkit dari level support teknis. Dengan pasar AS tutup pada hari Kamis dan Jumat untuk Thanksgiving dan Black Friday, kebangkitan datang dari Eropa di mana Prancis menghadapi masalah. Perdana Menteri Prancis Michel Barnier memperingatkan bahwa Prancis bisa menjadi tidak stabil jika parlemen Prancis tidak mengesahkan rencana anggaran yang sangat dibutuhkan, dan dapat menyebabkan masalah bagi Prancis di pasar keuangan, Bloomberg melaporkan.
Peringatan: Pendapat yang disampaikan sepenuhnya merupakan milik penulis dan tidak mencerminkan posisi resmi Followme. Followme tidak bertanggung jawab atas keakuratan, kelengkapan, atau keandalan informasi yang disediakan, serta tidak bertanggung jawab atas tindakan apa pun yang diambil berdasarkan konten ini, kecuali dinyatakan secara tertulis.

Tinggalkan pesan Anda sekarang