- Data pemerintah yang dirilis Jumat ini menunjukkan bahwa pengeluaran rumah tangga Jepang turun untuk bulan kedua berturut-turut, sebesar 1,3% pada bulan September dan 1,1% dari tahun sebelumnya.
- Hal ini terjadi setelah penurunan upah di Jepang yang disesuaikan dengan inflasi untuk bulan kedua berturut-turut pada bulan September dan dapat menghambat rencana Bank Jepang untuk menaikkan suku bunga lebih lanjut.
- Kemenangan Donald Trump dalam pemilihan presiden AS mendorong pasangan USD/JPY melampaui angka 154,00 pada hari Rabu dan mendorong intervensi verbal oleh otoritas.
- Kepala Sekretaris Kabinet Jepang, Yoshimasa Hayashi, menegaskan kembali bahwa pemerintah bermaksud mencermati pergerakan di pasar valuta asing dengan tingkat urgensi yang lebih tinggi.
- Wakil Menteri Keuangan Jepang untuk Urusan Internasional dan pejabat tinggi valuta asing Atsushi Mimura mengatakan bahwa pemerintah siap mengambil tindakan yang tepat terhadap pergerakan valuta asing yang berlebihan.
- Menteri Keuangan Jepang Katsunobu Kato pada hari Jumat bahwa pemerintah akan memantau dengan cermat dampak kebijakan Presiden terpilih Donald Trump terhadap ekonomi domestik.
- Data triwulanan dari Kementerian Keuangan (MOF) menunjukkan Jumat ini bahwa Jepang menghabiskan ¥5,53 triliun untuk intervensi mata uang yang dilakukan selama periode 27 Juni hingga 29 Juli.
Peringatan: Pendapat yang disampaikan sepenuhnya merupakan milik penulis dan tidak mencerminkan posisi resmi Followme. Followme tidak bertanggung jawab atas keakuratan, kelengkapan, atau keandalan informasi yang disediakan, serta tidak bertanggung jawab atas tindakan apa pun yang diambil berdasarkan konten ini, kecuali dinyatakan secara tertulis.
Suka artikel ini? Tunjukkan apresiasimu dengan memberi hadiah untuk penulis.
