- Dolar Australia terdepresiasi setelah rilis data ekonomi beragam dari PMI NBS Australia dan Tiongkok pada hari Kamis.
- Penjualan Ritel Australia naik sebesar 0,1% MoM pada bulan September, dibandingkan dengan perkiraan sebesar 0,3% dan pertumbuhan sebelumnya sebesar 0,7%.
- Pedagang menunggu data inflasi PCE AS yang akan datang pada hari Kamis dan Nonfarm Payrolls pada hari Jumat.
Dolar Australia (AUD) melemah setelah rilis data ekonomi beragam dari Indeks Manajer Pembelian (PMI) NBS Australia dan Tiongkok pada hari Kamis. Namun, ekspektasi yang kuat terhadap prospek kebijakan Bank Sentral Australia (RBA) terus mendukung Dolar Australia dan membatasi penurunan pasangan AUD/USD.
Pada bulan September, Penjualan Ritel Australia yang disesuaikan secara musiman naik sebesar 0,1% dari bulan ke bulan, lebih rendah dari yang diharapkan sebesar 0,3% dan jauh lebih rendah dari pertumbuhan 0,7% yang terlihat pada bulan sebelumnya. Secara triwulanan, Penjualan Ritel meningkat sebesar 0,5% pada Q3, bangkit kembali dari penurunan 0,3% pada triwulan sebelumnya.
Dolar AS (USD) menguat karena pasar masih berhati-hati di tengah ketidakpastian seputar pemilihan presiden AS mendatang. Namun, Greenback menghadapi hambatan karena Produk Domestik Bruto (PDB) tahunan AS tumbuh sebesar 2,8% di Q3, di bawah 3,0% di Q2 dan perkiraan 3,0%.
Peringatan: Pendapat yang disampaikan sepenuhnya merupakan milik penulis dan tidak mencerminkan posisi resmi Followme. Followme tidak bertanggung jawab atas keakuratan, kelengkapan, atau keandalan informasi yang disediakan, serta tidak bertanggung jawab atas tindakan apa pun yang diambil berdasarkan konten ini, kecuali dinyatakan secara tertulis.
