AUD/JPY melemah meski ada sentimen agresif seputar RBA mengenai prospek kebijakannya.
Dolar Australia mungkin membatasi penurunannya karena pemotongan suku bunga RBA tidak mungkin terjadi dalam waktu dekat.
Yen Jepang mungkin terdepresiasi karena hilangnya koalisi LDP telah meningkatkan ketidakpastian mengenai rencana kenaikan suku bunga BoJ.
AUD/JPY menelusuri kembali kenaikan terkini dari sesi sebelumnya, diperdagangkan di sekitar 100,50 selama jam-jam awal Eropa pada hari Selasa. Penurunan AUD/JPY dapat dibatasi karena sikap agresif Reserve Bank of Australia (RBA) terhadap prospek kebijakannya.
Bank Sentral Australia telah mengindikasikan bahwa suku bunga tunai saat ini sebesar 4,35% cukup ketat untuk mengarahkan inflasi kembali ke kisaran target 2%-3% sambil tetap mendukung lapangan kerja. Akibatnya, penurunan suku bunga tidak mungkin terjadi dalam waktu dekat, terutama paling cepat bulan depan.
Para pedagang kini fokus pada data Indeks Harga Konsumen (IHK) Australia kuartal ketiga, yang akan dirilis pada hari Rabu, karena mereka mencari wawasan lebih jauh mengenai arah kebijakan moneter potensial RBA.
Terkait JPY, koalisi Partai Demokrat Liberal (LDP) Jepang kehilangan mayoritas parlementernya pada pemilu hari Minggu, yang telah meningkatkan ketidakpastian mengenai rencana kenaikan suku bunga Bank Jepang (BoJ), yang memberikan tekanan ke bawah terhadap Yen Jepang (JPY).
Peringatan: Pendapat yang disampaikan sepenuhnya merupakan milik penulis dan tidak mencerminkan posisi resmi Followme. Followme tidak bertanggung jawab atas keakuratan, kelengkapan, atau keandalan informasi yang disediakan, serta tidak bertanggung jawab atas tindakan apa pun yang diambil berdasarkan konten ini, kecuali dinyatakan secara tertulis.
Suka artikel ini? Tunjukkan apresiasimu dengan memberi hadiah untuk penulis.