Mata uang Australia menguat secara signifikan terhadap Dolar AS setelah RBA mempertahankan suku bunganya pada 4,35%, tetapi mempertahankan pesan hawkish.
Faktanya, Gubernur RBA Michelle Bullock menyatakan bahwa bank tidak mempertimbangkan pemotongan suku bunga.
Pelaku pasar mengantisipasi bahwa Fed akan menerapkan pemotongan suku bunga sebesar 50 basis poin (bps) lagi pada bulan November, setelah pengurangan awal sebesar 50 bps menjadi 4,75%-5,00% minggu lalu.
Para investor tengah mencermati rilis data Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) Amerika Serikat (AS) untuk bulan Agustus.
Data inflasi inti PCE, yang merupakan ukuran inflasi pilihan Fed, diperkirakan meningkat dari 2,6% pada bulan Juli menjadi 2,7%.
Peningkatan inflasi yang berkelanjutan dapat memperkuat ekspektasi terhadap Fed untuk menurunkan suku bunga sebesar 50 bps pada bulan November, sementara pembacaan yang lebih kuat dari yang diharapkan dapat meredam ekspektasi tersebut.
Peringatan: Pendapat yang disampaikan sepenuhnya merupakan milik penulis dan tidak mencerminkan posisi resmi Followme. Followme tidak bertanggung jawab atas keakuratan, kelengkapan, atau keandalan informasi yang disediakan, serta tidak bertanggung jawab atas tindakan apa pun yang diambil berdasarkan konten ini, kecuali dinyatakan secara tertulis.
Suka artikel ini? Tunjukkan apresiasimu dengan memberi hadiah untuk penulis.
Balasan 0
Terpopuler
Belum ada komentar.Jadil yang pertama untuk membagikan komentar.