- Indeks Dolar AS melanjutkan kerugiannya menyusul komentar dovish dari pejabat Fed.
- Presiden Fed San Francisco Mary Daly menekankan bahwa bank sentral AS harus menurunkan suku bunga secara bertahap.
- Penurunan imbal hasil AS berkontribusi terhadap melemahnya Greenback.
Indeks Dolar AS (DXY), yang mengukur nilai Dolar AS (USD) terhadap enam mata uang utama lainnya, memperpanjang kerugiannya untuk hari kedua berturut-turut, berkisar sekitar 102,10 selama jam Asia pada hari Senin.
Dolar AS terus melemah menyusul komentar dovish dari pejabat Federal Reserve (Fed), yang telah meningkatkan ekspektasi penurunan suku bunga oleh bank sentral pada bulan September. Lebih jauh, data ekonomi AS minggu lalu mengungkapkan bahwa baik Indeks Harga Produsen (PPI) maupun Indeks Harga Konsumen (IHK) menunjukkan bahwa inflasi sedang mereda.
Presiden Federal Reserve Bank of San Francisco Mary Daly menekankan pada hari Minggu bahwa bank sentral AS harus mengambil pendekatan bertahap untuk menurunkan biaya pinjaman, menurut Financial Times. Daly menanggapi kekhawatiran para ekonom bahwa ekonomi AS menghadapi perlambatan tajam yang akan memerlukan pemotongan suku bunga yang cepat.
Peringatan: Pendapat yang disampaikan sepenuhnya merupakan milik penulis dan tidak mencerminkan posisi resmi Followme. Followme tidak bertanggung jawab atas keakuratan, kelengkapan, atau keandalan informasi yang disediakan, serta tidak bertanggung jawab atas tindakan apa pun yang diambil berdasarkan konten ini, kecuali dinyatakan secara tertulis.

Tinggalkan pesan Anda sekarang