dengan antisipasi data Inflasi dan Penjualan Ritel
- Sentimen 'risk-off' terus berlanjut dengan kondisi ekonomi Australia yang sangat dipengaruhi oleh kekhawatiran atas perlambatan ekonomi Tiongkok. Perhatian akan beralih ke data CPI bulan Juni dan Q2 pada hari Rabu.
- Mirip dengan Q1, Indeks Harga Konsumen (IHK) Australia pada Q2 diproyeksikan akan menunjukkan kenaikan sebesar 1,0% QoQ sambil mengantisipasi percepatan menjadi 3,8% YoY dari sebelumnya 3,6%. Pada saat yang sama, IHK utama bulan Juni diprediksi akan turun menjadi 3,8% YoY.
- Dengan tingkat inflasi yang jauh melampaui kisaran target 2-3%, RBA diperkirakan tidak akan tergesa-gesa mengubah kebijakannya. Dalam hal ini, pasar swap akan mengalami pemotongan pertama sebesar 25 bps pada musim panas mendatang.
- Q2 juga akan menyaksikan rilis data Penjualan Ritel riil pada hari Selasa. Volume Penjualan Ritel untuk Q2 diperkirakan akan menunjukkan penurunan yang tidak terlalu parah sebesar 0,2% QoQ, relatif lebih rendah dari 0,4% pada Q1.
Peringatan: Pendapat yang disampaikan sepenuhnya merupakan milik penulis dan tidak mencerminkan posisi resmi Followme. Followme tidak bertanggung jawab atas keakuratan, kelengkapan, atau keandalan informasi yang disediakan, serta tidak bertanggung jawab atas tindakan apa pun yang diambil berdasarkan konten ini, kecuali dinyatakan secara tertulis.
Suka artikel ini? Tunjukkan apresiasimu dengan memberi hadiah untuk penulis.
