Harga emas naik tipis, diperdagangkan mendekati SMA 50-hari, karena imbal hasil Treasury AS menurun dan Dolar AS melemah.
Fokus pasar pada laporan PCE dan PDB mendatang dapat menentukan terobosan Emas dari kisaran perdagangan ketat saat ini.
Indikator-indikator ekonomi sebelumnya, termasuk penurunan tajam dalam Pesanan Barang Tahan Lama, memberikan sikap hati-hati terhadap ekspektasi PDB Kuartal 1 tahun 2024.
Harga emas sedikit naik tetapi terjebak dalam kisaran sempit pada pertengahan sesi Amerika Utara hari Selasa, didukung oleh jatuhnya imbal hasil obligasi Treasury AS. Akibatnya, Greenback (USD) melemah, karena Indeks Dolar AS (DXY), yang melacak mata uang tersebut terhadap enam mata uang lainnya, turun 0,05%. Pada saat penulisan, XAU/USD diperdagangkan pada $2.034,88, naik 0,18%.
Logam kuning ini melayang di sekitar Simple Moving Average (SMA) 50-hari di $2.033,48 karena investor bersiap untuk rilis laporan Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) terbaru, yang merupakan ukuran Federal Reserve (Fed) untuk mengukur inflasi. Data tersebut dan data Produk Domestik Bruto (PDB) terbaru dapat menjadi katalis yang mendorong harga Emas keluar dari kisaran perdagangan di area $2.020-$2.050.
Sebelumnya, Departemen Perdagangan AS mengungkapkan bahwa Pesanan Barang Tahan Lama pada bulan Januari anjlok tajam bahkan lebih buruk dari perkiraan, yang dapat menentukan arah data PDB Kuartal 1 tahun 2024. Sementara itu, data Harga Rumah beragam karena permintaan pembeli meningkat
Peringatan: Pendapat yang disampaikan sepenuhnya merupakan milik penulis dan tidak mencerminkan posisi resmi Followme. Followme tidak bertanggung jawab atas keakuratan, kelengkapan, atau keandalan informasi yang disediakan, serta tidak bertanggung jawab atas tindakan apa pun yang diambil berdasarkan konten ini, kecuali dinyatakan secara tertulis.
Suka artikel ini? Tunjukkan apresiasimu dengan memberi hadiah untuk penulis.
Tinggalkan pesan Anda sekarang