USD/CHF MENINGKAT KE 0,8980, MEMULIH DARI KERUGIAN TERBARU INI

avatar
· Views 87


 

 USD/CHF pulih dari penurunan baru-baru ini di tengah kehati-hatian investor menjelang keputusan suku bunga kedua negara.

 SNB diperkirakan akan menerapkan kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin.

 Bank sentral Swiss diperkirakan akan mempertahankan sikap restriktifnya ke level tertinggi sejak April 2002.

 Kehati-hatian investor kemungkinan besar didorong oleh kemungkinan The Fed akan mencoba menaikkan suku bunga pada akhir tahun 2023.

 USD/CHF pulih dari penurunan hari sebelumnya di tengah kehati-hatian investor menjelang keputusan suku bunga dari Federal Reserve AS (Fed) dan Swiss National Bank (SNB).  Harga spot diperdagangkan di sekitar 0,8980 pada awal jam perdagangan sesi Eropa pada hari Selasa.


 Data Neraca Perdagangan Swiss bulan Agustus menunjukkan surplus sebesar 4,054 juta, berayun dari defisit sebelumnya sebesar 3,132 juta.


 Selain itu, Swiss National Bank (SNB) diperkirakan akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin (bps) dari 1,75% menjadi 2% pada hari Kamis.  Bank sentral Swiss diperkirakan akan mempertahankan kebijakan pembatasan hingga level tertinggi sejak April 2002 untuk memastikan stabilitas harga, terutama karena inflasi negara tersebut masih di bawah target 2% dengan kenaikan 1,6% dari tahun ke tahun.


 Lebih lanjut, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken bertemu dengan Wakil Presiden Tiongkok Han Zheng di sela-sela Majelis Umum PBB pada hari Senin.  Departemen Luar Negeri AS menggambarkan diskusi tersebut sebagai diskusi yang jujur ​​dan konstruktif.


 Pedagang akan memantau dengan cermat perkembangan hubungan AS-Tiongkok.  Namun, ketegangan perdagangan baru antara AS dan Tiongkok berpotensi menguntungkan mata uang safe-haven Franc Swiss (CHF) dan menciptakan hambatan bagi USD/CHF.


 Di sisi lain, Federal Reserve (Fed) AS diperkirakan akan mempertahankan suku bunga saat ini pada pertemuan kebijakan bulan September, yang memberikan tekanan pada Greenback.


 Namun, ada rasa kehati-hatian di kalangan investor, yang kemungkinan besar didorong oleh kemungkinan kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada akhir tahun 2023. Kehati-hatian ini dapat memberikan dukungan terhadap Dolar AS (USD).


 Para trader sedang mempertimbangkan kemungkinan bahwa The Fed akan mempertahankan kenaikan suku bunga untuk jangka waktu yang lama karena data ekonomi yang kuat dan inflasi yang terus berlanjut.  Pelaku pasar akan menganalisis dengan cermat pernyataan bank sentral untuk mencari petunjuk atau wawasan mengenai potensi jalur suku bunga di masa depan.


 Indeks Dolar AS (DXY) mencoba untuk mematahkan penurunan dua hari berturut-turutnya, diperdagangkan lebih tinggi di sekitar 105,20 di bawah level tertinggi enam bulan yang dicapai minggu lalu.  Sementara itu, imbal hasil Treasury AS pulih dari penurunan yang terlihat di sesi sebelumnya, dengan imbal hasil obligasi AS bertenor 10 tahun sebesar 4,32% pada saat ini.  Peningkatan imbal hasil mungkin memberikan dukungan untuk Greenback.


 Investor kemungkinan akan mencermati data makroekonomi AS yang akan datang, termasuk Izin Mendirikan Bangunan dan Perumahan Baru untuk bulan Agustus, yang dijadwalkan akan dirilis pada sesi Amerika Utara nanti.  Kumpulan data ini berpotensi berdampak pada aktivitas ekonomi AS dan memengaruhi sentimen pasar

Peringatan: Pendapat yang disampaikan sepenuhnya merupakan milik penulis dan tidak mencerminkan posisi resmi Followme. Followme tidak bertanggung jawab atas keakuratan, kelengkapan, atau keandalan informasi yang disediakan, serta tidak bertanggung jawab atas tindakan apa pun yang diambil berdasarkan konten ini, kecuali dinyatakan secara tertulis.

Suka artikel ini? Tunjukkan apresiasimu dengan memberi hadiah untuk penulis.
Balasan 0

Tinggalkan pesan Anda sekarang

  • tradingContest