WTI PERLU KERUGIAN MESKIPUN DATA SAHAM EIA BAIK, DIPERDAGANGKAN DI BAWAH $86,00

avatar
· Views 96


 

 Harga WTI diperdagangkan lebih rendah di sekitar $85,90 karena menguatnya Dolar AS (USD).

 Data ketenagakerjaan AS yang solid memberikan tekanan pada harga emas hitam.

 Investor mengantisipasi sikap hawkish dari The Fed;  berkontribusi pada penguatan Greenback.

 Western Texas Intermediate (WTI), patokan minyak mentah AS, melanjutkan penurunannya untuk hari kedua berturut-turut.  Harga spot diperdagangkan lebih rendah di sekitar $85,90 selama sesi Asia pada hari Jumat.  Harga minyak mentah mengalami tekanan ke bawah meskipun rilis data saham Energy Information Administration (EIA) Amerika Serikat (AS) optimis.


 Laporan tersebut menunjukkan stok Minyak Mentah turun sebesar 6,37 juta barel selama minggu pertama bulan September, melampaui perkiraan penurunan sebesar 2,06 juta barel.  Namun, harga minyak mentah mendapat dukungan kenaikan sebagai akibat dari berlanjutnya pengurangan pasokan oleh OPEC .


 Selain itu, Arab Saudi, eksportir minyak terbesar di dunia, telah mengisyaratkan niatnya untuk memperpanjang pengurangan produksi sukarela sebesar 1,66 juta barel per hari (bph) sepanjang tahun 2023. Dalam konteks ini, pengaruh dinamika pasokan dapat membantu membatasi potensi penurunan produksi minyak.  penurunan harga Minyak WTI.


 Penguatan Dolar AS (USD) saat ini, yang dipicu oleh konsistennya data ekonomi positif mengenai kondisi perekonomian AS, telah memaksa harga minyak turun.


 Data ekonomi yang dirilis pada hari Kamis dari Amerika Serikat (AS) mengungkapkan bahwa Klaim Pengangguran Awal AS per 1 September mencapai 216 ribu.  Laporan tersebut menunjukkan penurunan dari angka sebelumnya sebesar 229 ribu.  Angka ini lebih baik dari perkiraan peningkatan sebesar 234 ribu.  Sementara itu, pada kuartal kedua (Q2), Biaya Satuan Tenaga Kerja AS membaik menjadi 2,2%, naik dari sebelumnya 1,6%, yang bertentangan dengan ekspektasi yang tidak berubah.


 Indeks Dolar AS (DXY), yang mengukur kinerja Dolar AS (USD) terhadap enam mata uang utama lainnya, diperdagangkan di sekitar 104,80 pada saat penulisan.  Perlu dicatat bahwa harga telah sedikit mundur dari puncaknya pada hari Kamis, yang menandai level tertinggi sejak April.


 Federal Reserve (Fed) AS siap untuk mempertahankan kenaikan suku bunga dalam jangka waktu yang lama.  Selain itu, terdapat ekspektasi bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin (bps) pada pertemuan bulan November dan Desember.  Sikap hawkish ini dapat memberikan tekanan pada harga minyak mentah WTI.

Peringatan: Pendapat yang disampaikan sepenuhnya merupakan milik penulis dan tidak mencerminkan posisi resmi Followme. Followme tidak bertanggung jawab atas keakuratan, kelengkapan, atau keandalan informasi yang disediakan, serta tidak bertanggung jawab atas tindakan apa pun yang diambil berdasarkan konten ini, kecuali dinyatakan secara tertulis.

Suka artikel ini? Tunjukkan apresiasimu dengan memberi hadiah untuk penulis.
Balasan 0

Tinggalkan pesan Anda sekarang

  • tradingContest