
Sepanjang 2021 lalu, Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) mencatat total transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK) di tanah air mencapai 14,5 juta lot, yang mana mengalami kenaikan 10,3% dari tahun sebelumnya, 2020, yaitu 13,2 juta lot. Tahun ini BAPPEBTI pun menargetkan nilai transaksi hingga Rp 200 triliun.
Kendati demikian, potensi yang besar ini perlu diiringi dengan edukasi dan literasi PBK yang baik. Oleh karena itu, ICDX sebagai salah satu Bursa Komoditi di Indonesia menginisiasi kampanye Bursa Masa Kini dengan tujuan untuk memberikan pemahaman kepada publik mengenai Bursa Komoditi dan industri PBK serta manfaatnya secara luas.
“Kampanye Bursa Masa Kini sebagaimana komitmen ICDX untuk mendorong pertumbuhan PBK di Indonesia, dengan meningkatkan awareness masyarakat melalui berbagai program literasi dan edukasi. Kami mengajak pihak terkait mulai dari regulator, asosiasi, pialang maupun pedagang untuk berkolaborasi dalam kampanye Bursa Masa Kini. Dengan demikian diharapkan semakin banyak masyarakat yang paham dan merasa aman bertransaksi di PBK, yang nantinya akan semakin mendorong pertumbuhan transaksi PBK serta pergerakan ekonomi negara,” jelas CEO ICDX Lamon Rutten dalam media briefing commodity outlook oleh ICDX Group Research, Rabu (23/2).
Adapun, industri PBK semakin diminati oleh generasi yang lebih muda. Hal ini nampak dari jumlah nasabah millennial ICDX pada tahun 2021 tumbuh 37%.
ICDX, tambahnya sudah menjalankan program edukasi dan literasi ke masyarakat salah satunya yang sudah berjalan selama tiga tahun adalah trading class. Trading class adalah upaya pembekalan terhadap calon nasabah yang ingin bertransaksi produk bursa yang bekerjasama dengan pialang anggota bursa.
"Program lainnya, khususnya yang dekat dengan kalangan milenial, yaitu Young Traders Community, yaitu seminar pengenalan ke kalangan kampus, lalu ada juga Commodity and Derivatives Interest Group yang bertujuan untuk melakukan pendampingan secara materi dan sosialisasi,” kata Head of Learning Center ICDX Anang E. Wicaksono.
Selaras dengan tujuan kampanye Bursa Masa Kini, ada juga program edukasi yang diberikan Asosiasi Perdagangan Berjangka Komoditi Indonesia (ASPEBTINDO) yang ditujukan untuk memberikan pengetahuan dan keahlian PBK kepada calon Wakil Pialang Berjangka sebagai ujung tombak yang berhadapan langsung dengan nasabah. Di sisi lain, untuk melindungi nasabah, industri PBK juga dilengkapi dengan Badan Arbitrase Perdagangan Berjangka Komoditi (BAKTI).
Dengan telah diluncurkan kampanye Bursa Masa Kini, ICDX berharap masyarakat dapat melihat keutuhan industri perdagangan berjangka komoditi dan seluruh pihak dapat berkolaborasi bersama memberikan edukasi dan literasi, ataupun dalam bentuk kegiatan lainnya untuk memajukan dan mengembangkan industri PBK sesuai dengan kondisi pasar masa kini.
"Selanjutnya, ICDX akan terus fokus menghadirkan inovasi dan membesarkan pasar agar Indonesia dapat bersaing di masa depan dan berdaulat atas komoditas utamanya," katanya.
Dicetak ulang dari Investor Id, hak cipta isi berita dimiliki oleh pemilik asli.
Peringatan: Pendapat yang disampaikan sepenuhnya merupakan milik penulis dan tidak mencerminkan posisi resmi Followme. Followme tidak bertanggung jawab atas keakuratan, kelengkapan, atau keandalan informasi yang disediakan, serta tidak bertanggung jawab atas tindakan apa pun yang diambil berdasarkan konten ini, kecuali dinyatakan secara tertulis.
