
Laba perusahaan makanan cepat saji terkemuka asal Amerika Serikat (AS), McDonald's, melonjak pada kuartal ketiga. Dikutip AFP, laba bersih mencapai US$ 2,1 miliar atau Rp 29,8 triliun (asumsi Rp 14.200/US$), naik 22% dibandingkan kuartal sebelumnya.
Sementara itu pendapatan perseroan naik 14% menjadi US$ 6,2 miliar (Rp 88 triliun). Sedangkan penjualan global meningkat 10% dibandingkan 2019. Demikian disampaikan Chief Executive Chris Kempczinski dalam rilisnya.
Tidak hanya itu, saham McDonald's juga melonjak 2,9% menjadi US$ 243,20 dalam perdagangan pra-pasar hari ini.
McDonald's menilai peluncuran program loyalitas sebagai pendorong penjualan yang lebih tinggi di AS, serta berkat ukuran pesanan yang lebih besar dan kenaikan harga menu.
McDonald's juga diuntungkan dari penjualan yang lebih tinggi di beberapa pasar internasional. Meskipun terjadi penurunan penjualan yang sebanding di China karena lonjakan kasus Covid-19 dan pembatasan sosial di Australia.
Perusahaan mengatakan penjualan juga moncer di Inggris, Jepang dan Amerika Latin, serta di Kanada, Prancis dan Jerman.
Dicetak ulang dari CNBC Indonesia, hak cipta isi berita dimiliki oleh pemilik asli.
Peringatan: Pendapat yang disampaikan sepenuhnya merupakan milik penulis dan tidak mencerminkan posisi resmi Followme. Followme tidak bertanggung jawab atas keakuratan, kelengkapan, atau keandalan informasi yang disediakan, serta tidak bertanggung jawab atas tindakan apa pun yang diambil berdasarkan konten ini, kecuali dinyatakan secara tertulis.
