
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. IHSG melemah 39,04 poin atau 0,64% ke 6.088,40 pada akhir perdagangan Selasa (10/8). Analis Erdhika Elit Sekuritas, Ivan Kasulthan menilai pelemahan IHSG salah satunya dikarenakan pengumuman PPKM untuk Jawa dan Bali.
Sementara pada perdagangan hari ini, ia memprediksi IHSG akan bergerak konsolidasi antara range support 6.058 dan resistance di level 6.138.
Menurutnya, setelah tiga hari berturut-turut IHSG bergerak melemah membentuk pola three black crows, IHSG diperkirakan akan bergerak konsolidasi terlebih dahulu pada hari ini.
Adapun sentimen yang akan mempengaruhi pergerakan IHSG hari ini datang dari pergerakan bursa global dan regional kemarin.
Ia pun menyarankan investor untuk mencermati rilis data inflasi di AS yang saat ini masih cukup tinggi yang berdampak juga terhadap kebijakan tapering maupun kenaikan suku bunga yang akan dilakukan oleh The Fed nantinya.
"Selain itu saat ini di AS masih terjadi peningkatan kasus baru Covid-19 yang dapat membebani laju pergerakan Wall Street serta juga berdampak terhadap Bursa Efek Indonesia," paparnya.
Senada, Analis Samuel Sekuritas, Muhammad Alfatih menilai pergerakan IHSG besok akan terjadi pelemahan. Penyebabnya akibat perpanjangan PPKM dan indeks kepercayaan konsumen yang turun. "IHSG akan bergerak agak melemah pada level 6.030-6.100," sebutnya.
Secara teknikal, Analis Artha Sekuritas, Dennies Christopher Jordan memaparkan bahwa candlestick membentuk long black body dengan indikator stochastic yang melebar setelah membentuk dead cross mengindikasikan potensi melanjutkan pelemahan.
Di sisi lain, data kasus Covid-19 mengalami penurunan sehingga diharapkan mampu menopang pelemahan. "Namun kasus Covid-19 di Malaysia dan Thailand mengalami kenaikan dan cukup mengkhawatirkan," tambahnya.
Oleh sebab itu, Dennies memproyeksikan support 1 IHSG berada di level 6.037 dengan resistance 1 di level 6.142. Sedangkan support 2 pada level 5.987 dan resistance 2 pada level 6.197
Beberapa saham yang dapat diamati untuk hari ini, menurut Dennies yakni, ISSP, PWON, dan PTPP. Sedangkan, Ivan merekomendasikan BRIS, LPPF, dan BFIN.
Diunggah ulang dari Kontan, semua hak cipta dimiliki oleh penulis asli.
Peringatan: Pendapat yang disampaikan sepenuhnya merupakan milik penulis dan tidak mencerminkan posisi resmi Followme. Followme tidak bertanggung jawab atas keakuratan, kelengkapan, atau keandalan informasi yang disediakan, serta tidak bertanggung jawab atas tindakan apa pun yang diambil berdasarkan konten ini, kecuali dinyatakan secara tertulis.
