
Harga minyak kembali naik pada perdagangan Kamis (29/7) pagi. Pukul 06.45 WIB, harga minyak untuk pengiriman September 2021 di New York Mercantile Exchange ada di US$ 72,41 per barel, naik 0,03% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 72,39 per barel.
Kenaikan harga minyak didukung oleh penurunan stok minyak mentah dan bahan bakar AS, menandakan permintaan musim panas tetap kuat meski ada kebangkitan kasus Covid-19.
Laporan pemerintah AS menyebutkan, persediaan minyak mentah turun lebih dari yang diharapkan pada pekan lalu ke level terendah sejak Januari 2020, sementara pasokan minyak sulingan, termasuk diesel merosol paling tajam sejak April.
Data Energy Information Administration (EIA) menyebutkan, persediaan minyak mentah menyusul 4,09 juta barel pada pekan lalu. Sedangkan persediaan bensin juga turun 2,25 juta barel.
"Rebound permintaan tersirat untuk bensin dan sulingan, serta kinerja kilang yang lebih rendah mendorong menarik persediaan yang layak untuk keduanya," kata Matt Smith, direktur penelitian komoditas ClipperData seperti dikutip Reuters.
Harga minyak naik 45% tahun ini, dibantu oleh pemulihan permintaan dan pembatasan pasokan oleh negara-negara produsen minyak dan sekutunya yang tergabung dalam OPEC+.
OPEC+ setuju untuk meningkatkan pasokan sebesar 400.000 barel per hari mulai Agustus.
Diunggah ulang dari kontan, semua hak cipta dimiliki oleh penulis asli.
Peringatan: Pendapat yang disampaikan sepenuhnya merupakan milik penulis dan tidak mencerminkan posisi resmi Followme. Followme tidak bertanggung jawab atas keakuratan, kelengkapan, atau keandalan informasi yang disediakan, serta tidak bertanggung jawab atas tindakan apa pun yang diambil berdasarkan konten ini, kecuali dinyatakan secara tertulis.

Tinggalkan pesan Anda sekarang