Singapura, Beritasatu.com - Bursa Asia Pasifik sebagian besar melemah pada perdagangan Rabu (9/6/2021) karena investor bereaksi terhadap rilis data inflasi Tiongkok.
Bursa saham Tiongkok Daratan naik dengan komposit Shanghai bertambah 0,4%, sedangkan komponen Shenzhen naik 0,185%. Sementara indeks Hang Seng Hong Kong turun sekitar 0,1%.
Di sisi data ekonomi, data resmi menunjukkan indeks harga produsen Tiongkok Mei melonjak 9% dari tahun sebelumnya, lebih tinggi dari ekspektasi jajak pendapat Reuters 8,5%. Sementara indeks harga konsumen negara itu pada Mei naik 1,3% dari tahun sebelumnya, lebih rendah dari perkiraan 1,6% dalam jajak pendapat Reuters.
Di Jepang, Nikkei 225 turun 0,33% sementara indeks Topix melemah 0,2%. Kospi Korea Selatan juga turun 0,56%. Sementara Indeks S&P/ASX 200 di Australia turun 0,23%. Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,19%.
Sementara itu, Bank Dunia pada Selasa (8/6/2021) meningkatkan revisi pertumbuhan. Perekonomian global diperkirakan akan tumbuh 5,6% pada tahun 2021, lebih tinggi dibandingkan perkiraan sebelumnya pada Januari 4% pada tahun 2021.
Namun, organisasi itu memperingatkan bahwa output global akan sekitar 2% di bawah proyeksi pra-pandemi pada akhir tahun ini terlepas dari pemulihan.Semalam di Wall Street, S&P 500 ditutup sedikit berubah di 4.227,26. Dow Jones Industrial Average turun 30,42 poin menjadi 34.599,82 sementara Nasdaq Composite naik 0,31% menjadi 13.924,91.
Mata uang dan minyak
Indeks dolar, yang melacak greenback terhadap sekeranjang rekan-rekannya, berada di 90.084 di atas level 90 yang jatuh di bawah awal pekan ini.
Yen Jepang diperdagangkan pada 109,46 per dolar, lebih lemah dari level di sekitar 109,2 yang terlihat terhadap greenback awal pekan ini. Dolar Australia berpindah tangan pada US$ 0,774, dibandingkan dengan level sekitar US$ 0,776 yang terlihat pada awal minggu perdagangan.
Harga minyak lebih tinggi pada siang hari di perdagangan Asia, dengan patokan internasional minyak mentah berjangka Brent naik 0,5% menjadi US$ 72,58 per barel. Sementara minyak mentah berjangka WTI naik 0,56% menjadi US$ 70,44 per barel.
Diunggah ulang dari beritasatu, semua hak cipta dimiliki oleh penulis asli.
Peringatan: Pendapat yang disampaikan sepenuhnya merupakan milik penulis dan tidak mencerminkan posisi resmi Followme. Followme tidak bertanggung jawab atas keakuratan, kelengkapan, atau keandalan informasi yang disediakan, serta tidak bertanggung jawab atas tindakan apa pun yang diambil berdasarkan konten ini, kecuali dinyatakan secara tertulis.

Tinggalkan pesan Anda sekarang