
Nilai tukar rupiah dibuka menguat tipis ke level Rp17.334 per dolar AS pada perdagangan Senin pagi (4/5). Mata uang Garuda naik 3 poin atau sekitar 0,02 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.
Pergerakan rupiah terjadi di tengah kondisi pasar Asia yang cenderung bervariasi. Beberapa mata uang seperti yuan China, peso Filipina, dan ringgit Malaysia mencatat penguatan. Namun, sebagian lainnya seperti dolar Singapura, yen Jepang, won Korea Selatan, dan dolar Hong Kong justru mengalami pelemahan. Di sisi lain, mata uang negara maju juga bergerak campuran. Euro, poundsterling Inggris, dan dolar Australia menguat, sementara dolar Kanada melemah. Franc Swiss tercatat mengalami penguatan tipis.
Analis menilai rupiah berpeluang melanjutkan penguatan, meski terbatas. Sentimen positif datang dari pernyataan Donald Trump yang berencana membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz. Langkah ini dinilai dapat meredakan kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan energi dan menekan harga minyak dunia. Selain itu, pelemahan dolar AS pada akhir pekan, dipicu oleh data manufaktur yang kurang memuaskan serta intervensi mata uang yen, turut memberikan ruang bagi penguatan rupiah.
Meski demikian, pelaku pasar masih cenderung berhati-hati. Investor menunggu rilis sejumlah data ekonomi domestik, termasuk data perdagangan dan inflasi, yang dapat memengaruhi arah pergerakan rupiah ke depan.
Untuk hari ini, rupiah diperkirakan bergerak dalam kisaran Rp17.250 hingga Rp17.400 per dolar AS, dengan potensi penguatan yang masih terbatas.
Peringatan: Pendapat yang disampaikan sepenuhnya merupakan milik penulis dan tidak mencerminkan posisi resmi Followme. Followme tidak bertanggung jawab atas keakuratan, kelengkapan, atau keandalan informasi yang disediakan, serta tidak bertanggung jawab atas tindakan apa pun yang diambil berdasarkan konten ini, kecuali dinyatakan secara tertulis.

- AKHIR -