
WTI membuka sesi dengan gap down ke area $98–$99, lalu dengan cepat rebound kuat dan kembali ke atas $100 pada timeframe M30.
Pergerakan ini terjadi setelah pasar merespons rencana Presiden AS untuk membantu kapal-kapal yang terjebak di Selat Hormuz. Secara awal, berita ini ditafsirkan dapat meredakan risiko gangguan pasokan, sehingga memicu tekanan turun saat pembukaan.
Namun dari sisi price action, area bawah tersebut justru memicu buying interest. Banyak pelaku pasar melihat kondisi ini sebagai:
- peluang gap fill,
- kondisi intraday yang sempat oversold,
- serta indikasi bahwa risiko geopolitik belum benar-benar hilang.
Hasilnya, harga berbalik naik dan kini bergerak stabil di kisaran $100.90–$102.90.
Secara teknikal, ini menunjukkan rejection kuat di area bawah.
Secara fundamental dan sentimen, pasar masih sangat sensitif terhadap perkembangan situasi di Selat Hormuz.
Kesimpulannya:
Meskipun ada kabar yang terlihat meredakan situasi, ketidakpastian tetap membuat WTI bergerak reaktif dan volatil.
Peringatan: Pendapat yang disampaikan sepenuhnya merupakan milik penulis dan tidak mencerminkan posisi resmi Followme. Followme tidak bertanggung jawab atas keakuratan, kelengkapan, atau keandalan informasi yang disediakan, serta tidak bertanggung jawab atas tindakan apa pun yang diambil berdasarkan konten ini, kecuali dinyatakan secara tertulis.

Tinggalkan pesan Anda sekarang