
Banyak trader pemula bingung kenapa harga forex bisa tiba-tiba berbalik arah di level tertentu. Salah satu jawabannya ada di konsep SND forex atau Supply and Demand. Teorinya simpel, harga bergerak karena ada keseimbangan antara penjual (supply) dan pembeli (demand).
Kalau demand lebih kuat, harga cenderung naik. Sebaliknya, saat supply menekan, harga bisa turun tajam. Inilah kenapa area supply dan demand sering dipakai trader sebagai titik masuk atau keluar posisi.
Bedanya dengan support-resistance biasa, SND forex fokus pada zona di mana transaksi besar sebelumnya terjadi. Trader yang jeli bisa menandai area itu di chart untuk mencari peluang entry dengan rasio risiko yang lebih sehat.
Saya pribadi mulai mencoba strategi ini setelah sering salah ambil posisi di level “random”. Dengan SND forex, setidaknya ada logika di balik kenapa harga bisa mantul di titik tertentu. Tentu saja, tetap harus digabung dengan money management biar nggak overtrade.
Kalau kalian tertarik belajar lebih dalam, banyak diskusi menarik soal supply dan demand dari trader lain di Followme.com. Dari situ bisa lihat berbagai sudut pandang, bukan cuma teori textbook.
Peringatan: Pendapat yang disampaikan sepenuhnya merupakan milik penulis dan tidak mencerminkan posisi resmi Followme. Followme tidak bertanggung jawab atas keakuratan, kelengkapan, atau keandalan informasi yang disediakan, serta tidak bertanggung jawab atas tindakan apa pun yang diambil berdasarkan konten ini, kecuali dinyatakan secara tertulis.
Suka artikel ini? Tunjukkan apresiasimu dengan memberi hadiah untuk penulis.

Tinggalkan pesan Anda sekarang