Dolar AS yang bergerak rally selama 3 sesi berturut telah mengangkatnya ke posisi tertinggi sejak perdagangan 13 November 2020 atau mendekati 5 bulan secara indeks. Dolar AS menguat terhadap mayoritas rival utama meskipun posisi imbal hasil obligasi 10-tahun menurun.
Terdapat 2 data ekonomi yang optimis memberikan kekuatan bagi dolar yaitu:
- Data pertumbuhan ekonomi AS atau PDB meningkat 4,3% secara tahunan pada kuartal di Q4 2020, lebih tinggi dari 4,1% pada estimasi kedua. Dipicu kenaikan investasi persediaan swasta yang kemudian dibatasi oleh penurunan investasi tetap non-residensial.
- Klaim pengangguran turun menjadi 684 ribu pekan lalu, terendah sejak pandemi melanda pasar tenaga kerja pada Maret 2020 dan melebihi dari ekspektasi pasar untuk penurunan 727 ribu. Data ini menambah tanda-tanda pemulihan pasar tenaga kerja yang bertahap. Klaim diperkirakan akan turun lebih lanjut dalam beberapa minggu mendatang.
Terhadap rival utama dolar AS, poundsterling mengincar rebound setelah 2 sesi berturut menekannya ke terendah hampir 2 bulan. Poundsterling menguat secara teknikal yang sudah berada di area oversold sebelumnya.
Diunggah ulang dari vibiznews ,semua hak cipta dimiliki oleh penulis asli.
Peringatan: Pendapat yang disampaikan sepenuhnya merupakan milik penulis dan tidak mencerminkan posisi resmi Followme. Followme tidak bertanggung jawab atas keakuratan, kelengkapan, atau keandalan informasi yang disediakan, serta tidak bertanggung jawab atas tindakan apa pun yang diambil berdasarkan konten ini, kecuali dinyatakan secara tertulis.

Tinggalkan pesan Anda sekarang