- USD/IDR melemah menuju terendah intraday setelah menembus level tertinggi satu pekan pada hari sebelumnya.
- MenKeu Sri Mulyani Indrawati melihat langkah pragmatis dari pelonggaran fiskal.
- Suasana risk-off membatasi penguatan Rupiah menjelang data AS dan pidato Fed.
USD/IDR turun menjadi Rp 14.427, turun 0,25% intraday, menyusul komentar Menteri Keuangan Indonesia (MenKeu) Sri Mulyani Indrawati pada pagi hari ini. Menghentikan tren naik dua hari sebelumnya sementara juga berkonsolidasi di tengah sentimen pasar yang suram.

Komentar tambahan
Indonesia tidak akan menarik dukungan fiskal secara tiba-tiba.
Defisit fiskal Indonesia 2022 pasti akan lebih rendah dari ini.
Dana kekayaan kedaulatan Indonesia diharapkan dapat meringankan beban anggaran negara untuk mendukung perekonomian.
Jika situasinya berubah dan mengharuskan kami untuk merespons secara berbeda, kami akan memperbarui kesepakatan pasar dengan bank sentral tentang pembelian obligasi.
Inflasi kita masih sangat rendah, permintaan lemah.
Otoritas Indonesia berkomitmen untuk mendukung perekonomian, mengamati dinamika pasar dan dampaknya terhadap inflasi, dll.
Meskipun komentar tersebut di atas mendukung penguatan Rupiah Indonesia (IDR), obligasi AS yang kuat dan mood risk-off menguji penurunan USD/IDR.
Baca lebih lanjut dari artikel aslinya: https://www.fxstreet-id.com/ne...
Peringatan: Pendapat yang disampaikan sepenuhnya merupakan milik penulis dan tidak mencerminkan posisi resmi Followme. Followme tidak bertanggung jawab atas keakuratan, kelengkapan, atau keandalan informasi yang disediakan, serta tidak bertanggung jawab atas tindakan apa pun yang diambil berdasarkan konten ini, kecuali dinyatakan secara tertulis.

Tinggalkan pesan Anda sekarang