Laju inflasi tahunan Indonesia melambat di bulan Januari, menurut data terbaru yang dipublikasikan Badan Pusat Statistik, hari ini.
Laju inflasi Januari Indonesia turun menjadi 1,55% pada tahun ini, dibandingkan dengan ekspektasi Desember 1,68% dan 1,66%, tetap jauh di bawah kisaran target Bank Indonesia (BI) 2,5-4,5%. Angka inti tahunan mencapai 1,56% vs 1,60% sebelumnya dan 1,53% diharapkan.
Sementara itu, pembacaan inflasi bulanan untuk bulan Oktober berada di +0,26% vs +0,36% diharapkan dan +0,45% sebelumnya.
Reaksi USD/IDR
Pasangan USD/IDR mengkonsolidasikan penurunan setelah rilis IHK. Pada saat ini, spot diperdagangkan 0,09% lebih tinggi pada 14.030, setelah mencapai level terendah lima hari di $ 14.020 pada data.
Tentang IHK Indonesia
Indeks Inflasi yang dirilis Badan Pusat Statistik merupakan ukuran pergerakan harga dengan perbandingan antara harga eceran suatu keranjang belanja barang dan jasa yang representatif. Daya beli Rupiah Indonesia terseret oleh inflasi. IHK digunakan sebagai indikator kunci untuk mengukur inflasi dan perubahan tren pembelian. Secara umum, pembacaan tinggi dipandang sebagai positif (atau bullish) untuk Rupiah, sementara pembacaan rendah dipandang sebagai negatif (atau Bearish).
Baca lebih lanjut dari artikel aslinya:
Peringatan: Pendapat yang disampaikan sepenuhnya merupakan milik penulis dan tidak mencerminkan posisi resmi Followme. Followme tidak bertanggung jawab atas keakuratan, kelengkapan, atau keandalan informasi yang disediakan, serta tidak bertanggung jawab atas tindakan apa pun yang diambil berdasarkan konten ini, kecuali dinyatakan secara tertulis.

Tinggalkan pesan Anda sekarang